FIFA Dirumorkan Gelar Playoff Tambahan Piala Dunia 2026, PSSI Tunggu Kepastian Resmi

Khoerun Nadif Rahmat
16/4/2026 17:50
FIFA Dirumorkan Gelar Playoff Tambahan Piala Dunia 2026, PSSI Tunggu Kepastian Resmi
Menpora Erick Thohir.(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

KABAR mengenai playoff tambahan untuk menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 masih sebatas rumor dan belum memiliki dasar resmi dari FIFA.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait isu tersebut tanpa adanya dokumen resmi dari FIFA.

"Saya belum dapat black and white-nya dari FIFA, jadi saya tidak berani berasumsi yang tidak pasti gitu," tegas Erick kepada pewarta, Kamis (16/4).

Sebagaimana diketahui, isu playoff tambahan yang melibatkan dua tim dari Eropa dan dua tim dari Asia mencuat dari unggahan jurnalis ESPN, Luiz Carlos Largo. Spekulasi itu berkembang menyusul kabar potensi mundurnya Iran dari putaran final Piala Dunia FIFA 2026.

Wacana tersebut berkaitan dengan ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang sempat memunculkan kekhawatiran terkait keikutsertaan Iran jika harus bertanding di wilayah AS.

Namun, Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan Iran tetap ambil bagian dalam turnamen tersebut.

"Iran pasti akan datang. Kami berharap situasi saat itu sudah lebih damai, itu tentu akan membantu," ujar Infantino dalam sebuah forum ekonomi di Washington DC, Rabu (15/4) waktu setempat sebagaimana dikutip dari AFP.

Infantino menegaskan Iran berhak tampil setelah memastikan kelolosan mereka. Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi mengenai playoff darurat untuk mengisi slot Iran.

“Mereka mewakili rakyatnya, mereka sudah lolos, dan para pemain ingin bermain," ujar Infantino.

Sesuai jadwal, Iran akan menjalani seluruh laga Grup G di Amerika Serikat, dengan dua pertandingan di Los Angeles dan satu di Seattle. Tim tersebut juga dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, selama turnamen berlangsung.

Partisipasi Iran sebelumnya sempat dibayangi konflik yang pecah sejak akhir Februari yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Situasi itu memicu wacana boikot serta permintaan dari pihak Iran agar pertandingan dipindahkan ke Meksiko, namun ditolak FIFA.

Di dalam negeri Iran, kondisi mulai mereda setelah diberlakukannya gencatan senjata, meski ketegangan belum sepenuhnya hilang, termasuk penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Di tengah dinamika tersebut, Infantino menegaskan komitmen FIFA menjaga sepak bola tetap netral dari kepentingan politik.

“Olahraga seharusnya berada di luar politik. Jika tidak ada pihak lain yang membangun jembatan, maka kami akan melakukannya,” katanya.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi bersejarah dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan dijadwalkan mulai bergulir pada Juni mendatang. (AFP/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya