Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU sentuhan menentukan dari Luis Diaz menjadi pembeda dalam duel sengit antara Bayern Muenchen dan Real Madrid. Gol sang pemain Kolombia pada menit ke-89 menghadirkan momen magis yang membunuh perlawanan Madrid.
Muenchen menang 4-3 pada leg kedua leg kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (16/4) dini hari, dan mengunci keunggulan agregat 6-4. Laga berlangsung sengit lantaran Madrid sempat menyeimbangkan agregat namun gol Diaz menyurutkan asa Madrid.
“Terkadang, Anda hanya butuh satu momen, sentuhan luar biasa atau penyelesaian sempurna. Dalam laga ini, itu datang dari Diaz,” kata striker Bayern, Harry Kane.
Pertandingan berlangsung dramatis sejak awal. Berbekal keunggulan 2-1 pada leg pertama, Bayern justru harus menghadapi tekanan hebat dari Madrid yang tampil agresif dan beberapa kali unggul di babak pertama.
Intensitas tinggi membuat agregat sempat imbang 4-4 dan menciptakan ketegangan hingga menit akhir. Di tengah situasi yang nyaris buntu, keuntungan didapat Die Roten usai Madrid bermain 10 orang lantaran kartu merah Eduardo Camavinga.
Diaz kemudian muncul sebagai penentu. Golnya di penghujung waktu mengubah arah laga sebelum Michael Olise menambah keunggulan pada masa injury time.
“Kami tetap bertahan dalam permainan dan menunggu momen yang tepat. Di 20 menit terakhir, kami merasa lebih kuat secara fisik dan mulai mengendalikan permainan,” ujar Kane.
“Inilah Liga Champions, kadang tim yang dominan justru kalah. Jadi penting memanfaatkan peluang di saat krusial," tambahnya.
Selain momen penentu dari Diaz, laga itu juga mencatat pencapaian pribadi Kane. Gol yang ia cetak di babak pertama membuatnya menorehkan 50 gol dalam satu musim di semua kompetisi.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, memuji mentalitas anak asuhnya yang tidak menyerah meski menghadapi tekanan dari tim sekelas Madrid.
“Kami percaya pada diri sendiri lebih dari sebelumnya. Kami terus percaya sampai akhir,” katanya.
Kemenangan membawa Bayern ke semifinal untuk menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain. Laga tersebut dipastikan menjadi ujian berikutnya bagi tim Bavaria dalam upaya merebut kembali supremasi Eropa. (AFP/I-1)
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, dengan waktu kick-off pukul 02.00 WIB. Duel ini sering dijuluki sebagai "European Clasico" karena sejarah panjang
Pemain berkebangsaan Inggris itu menyebut pertandingan itu sulit lantaran Madrid tertinggal agregat lantaran kalah 1-2 pada leg pertama di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.
Los Blancos datang dengan defisit agregat 1-2 setelah kalah pada leg pertama di Santiago Bernabeu. Leg kedua digelar di Allianz Arena esok Kamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved