Titik Nol Persebaya Menuju Juara Liga 1 di Usia Seabad Klub

Media Indonesia
12/4/2026 20:57
Titik Nol Persebaya Menuju Juara Liga 1 di Usia Seabad Klub
Persebaya Surabaya(Instagram/@persebayaofficial)

GEMA "Salam Satu Nyali" kian membahana di Kota Pahlawan. Menjelang perayaan usia satu abad (100 tahun) yang jatuh pada tahun 2027, manajemen dan tim teknis Persebaya Surabaya secara resmi menetapkan musim ini sebagai "Titik Nol Kilometer" dalam misi besar merengkuh trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.

Ambisi ini bukan sekadar retorika. Bagi klub sebesar Persebaya, puasa gelar liga yang sudah berlangsung cukup lama menjadi motivasi ekstra. Momentum menuju usia seabad dianggap sebagai waktu yang paling sakral untuk mengembalikan kejayaan tim berjuluk Green Force tersebut ke puncak tertinggi.

Membangun Fondasi di Bawah Arahan Paul Munster

Langkah awal dari misi ini dimulai dengan stabilitas di kursi kepelatihan. Paul Munster, yang dikenal dengan kedisiplinan taktiknya, dipercaya menjadi nakhoda utama untuk menyusun kerangka tim jangka panjang. Fokus utama Persebaya saat ini adalah membangun kedalaman skuat yang mampu bersaing secara konsisten di papan atas.

Pergerakan di bursa transfer juga menunjukkan keseriusan manajemen. Dengan mengombinasikan talenta muda asli binaan internal (Persebaya Way) dan pemain asing berkualitas, Persebaya mencoba menciptakan ekosistem tim yang kompetitif namun tetap memiliki identitas lokal yang kuat.
 

Dukungan Bonek: Energi Tak Terbatas

Pendukung utama dalam misi "Titik Nol" ini adalah Bonek Mania. Kehadiran puluhan ribu suporter di Stadion Gelora Bung Tomo bukan hanya sekadar pemanis pertandingan, melainkan tekanan positif bagi pemain untuk selalu memberikan 100 persen kemampuan mereka di lapangan.

Manajemen Persebaya menyadari bahwa untuk menjadi juara, sinergi antara klub, pemerintah kota, dan suporter harus berjalan beriringan. Perbaikan fasilitas latihan dan pengembangan akademi menjadi investasi jangka panjang agar kejayaan Persebaya tidak hanya bersifat instan, tetapi berkelanjutan hingga berabad-abad berikutnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya