2.730 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Duel Persija vs Persebaya di GBK

Rahmatul Fajri
11/4/2026 16:38
2.730 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Duel Persija vs Persebaya di GBK
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (kiri) dan pemain Francisco Rivera (kanan) berpose dalam jumpa pers pra-pertandingan pekan ke-27 Super League 2025/2026 melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (10/4/202(Antara)

SEBANYAK  2.730 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan laga besar Super League yang mempertemukan Persija Jakarta melawan Persebaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (11/4/2026) malam. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P Hutagalung, menyatakan bahwa ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, hingga jajaran Pemprov DKI Jakarta.

"Sebanyak 2.730 personel gabungan mengamankan pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta VS Persebaya FC di GBK yang dimulai kick-off pada pukul 19.00 WIB," ujar Reynold di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Petugas keamanan akan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari akses pintu masuk stadion hingga area sekeliling kawasan Senayan. Reynold menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ketat untuk mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya.

"Kami mengimbau para suporter untuk tidak membawa barang-barang terlarang seperti petasan, flare, senjata tajam, atau minuman beralkohol ke dalam stadion. Pihak keamanan akan bertindak tegas terhadap penonton yang kedapatan membawa barang tersebut," tegasnya.

Ia juga meminta kepada seluruh pendukung kedua kesebelasan untuk tetap menjaga etika dan menjauhi tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas umum di area GBK.

Pengaturan Lalu Lintas Situasional

Terkait potensi kepadatan di kawasan Senayan, kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas secara situasional. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan Senayan diimbau untuk mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan saat pertandingan berlangsung.

Reynold menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada para suporter. Ia menginstruksikan agar seluruh personel mengedepankan pelayanan dan dilarang keras membawa senjata api selama bertugas di area pengamanan pertandingan.

"Kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan tetap humanis, kita layani saudara-saudara kita yang akan menonton pertandingan sepak bola. Tidak ada yang membawa senjata api dalam pengamanan," pungkas Reynold. (Faj/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya