Banding Ditolak, Leicester City Resmi Kena Pengurangan 6 Poin dan Terancam Degradasi

Basuki Eka Purnama
09/4/2026 03:18
Banding Ditolak, Leicester City Resmi Kena Pengurangan 6 Poin dan Terancam Degradasi
Stadion kandang Leicester City, Stadion King Power.(lcfc.com)

AWAN mendung kian pekat menyelimuti Stadion King Power. Harapan Leicester City untuk lepas dari jerat sanksi finansial resmi kandas setelah dewan banding independen menolak permohonan keberatan yang diajukan klub berjuluk The Foxes tersebut.

Keputusan ini mengonfirmasi bahwa Leicester tetap harus menerima hukuman pengurangan enam poin pada musim ini. Sanksi tersebut merupakan buntut dari pelanggaran aturan keuangan Profitability and Sustainability Rules (PSR) atau Aturan Keuntungan dan Stabilitas yang terjadi pada periode sebelumnya.

Pihak Liga Premier Inggris, yang mengawal proses investigasi sejak awal, telah memberikan pernyataan resmi terkait ketetapan hukum ini.

"Keputusan komisi independen yang merekomendasikan pengurangan enam poin terhadap Leicester City Football Club musim ini telah dijatuhkan oleh dewan banding independen," tulis pernyataan resmi Liga Premier Inggris pada Rabu (8/4).

Kronologi Pelanggaran dan Sengketa Angka

Kasus ini bermula pada Mei 2025, saat Leicester didakwa melanggar aturan PSR terkait laporan keuangan musim 2023/24. Meski saat itu mereka masih berkompetisi di kasta tertinggi, penanganan kasus dialihkan ke English Football League (EFL) setelah tim terdegradasi ke Divisi Championship.

Dalam proses persidangan, sempat terjadi perdebatan mengenai durasi periode penilaian. Manajemen Leicester berargumen bahwa perhitungan seharusnya mencakup 36 bulan, bukan 37 bulan, yang disebabkan oleh keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Namun, meski komisi akhirnya menggunakan standar 36 bulan, Leicester tetap terbukti melampaui batas pengeluaran yang diizinkan.

Berikut adalah rincian data keuangan yang menjadi dasar sanksi tersebut:

Komponen Penilaian Detail Data
Batas Pengeluaran EFL 83 Juta Pound Sterling
Pelampauan Batas (Excess) 20,8 Juta Pound Sterling
Sanksi Final Pengurangan 6 Poin
Status Banding Ditolak (Keputusan Tetap)

Ancaman Degradasi Beruntun

Dampak dari pengurangan poin ini terasa sangat destruktif bagi posisi Leicester di klasemen. Sempat berada di peringkat ke-17, tim asuhan pelatih interim Gary Rowett ini langsung terjun bebas ke posisi ke-20. Kondisi psikologis skuad tampaknya ikut terganggu; Leicester tercatat hanya mampu memetik satu kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.

Saat ini, Leicester City terjerembap di zona degradasi dan terpaut satu poin dari zona aman. Dengan hanya menyisakan lima pertandingan sisa, nasib juara Liga Inggris 2016 ini berada di ujung tanduk. Jika gagal bangkit, mereka terancam mengalami degradasi dua musim berturut-turut.

Menanggapi situasi sulit ini, manajemen klub menyatakan akan menghentikan segala upaya hukum dan memilih fokus pada perjuangan di lapangan hijau.

"Dengan kasus ini yang telah berakhir dan lima pertandingan tersisa, seluruh elemen klub sepenuhnya fokus pada laga-laga ke depan. Kami tahu ini periode menantang dan berterima kasih atas dukungan suporter," tulis pernyataan resmi klub. (Ant/Z-1)

Berdasarkan aturan PSR, klub Liga Premier dilarang merugi lebih dari 105 juta pound dalam tiga tahun, dengan penyesuaian batas sebesar 22 juta pound untuk setiap musim yang dihabiskan di divisi Championship.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya