Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Sepak Bola Maroko (FRMF) secara resmi mengumumkan langkah hukum untuk melaporkan aksi walk out timnas Senegal di laga final Piala Afrika 2025. Langkah ini diambil menyusul insiden protes berlebihan yang sempat menghentikan jalannya pertandingan puncak yang digelar di Rabat tersebut.
Dalam pernyataan resminya, FRMF menegaskan akan membawa kasus ini ke level tertinggi melalui Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA.
Mereka menuntut keadilan atas tindakan tidak sportif para pemain Senegal yang meninggalkan lapangan saat laga sedang berlangsung.
“Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko mengumumkan akan menempuh jalur hukum melalui Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA untuk memberikan keputusan atas tindakan meninggalkan lapangan yang dilakukan timnas Senegal dalam pertandingan final melawan timnas Maroko, serta peristiwa-peristiwa yang menyertai keputusan tersebut, setelah wasit memberikan penalti yang dinilai benar oleh seluruh pakar,” tulis pernyataan FRMF sebagaimana dikutip dari Mundo Deportivo, Selasa (20/1).
Kericuhan bermula pada Senin (19/1) dini hari WIB, ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial di akhir waktu normal.
Melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko setelah penyerang Brahim Diaz dilanggar dengan tarikan di bahu di dalam kotak terlarang.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari kubu Senegal. Sebagai bentuk protes, para pemain Senegal memutuskan untuk melakukan aksi walk out dan meninggalkan lapangan hijau.
Insiden ini menyebabkan pertandingan tertunda selama kurang lebih 14 menit sebelum akhirnya para pemain Senegal bersedia kembali melanjutkan laga.
Meski pertandingan dilanjutkan, Maroko gagal memanfaatkan peluang emas tersebut. Eksekusi penalti Brahim Diaz yang menggunakan teknik panenka berhasil dimentahkan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.
Laga kemudian berlanjut ke babak tambahan waktu, dengan Senegal akhirnya berhasil mencetak gol kemenangan dan mengunci gelar juara dengan skor tipis 1-0.
FRMF menilai aksi mogok bermain tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Hingga saat ini, belum diketahui secara spesifik tuntutan hukum yang diajukan Maroko selain keberatan resmi atas hasil akhir pertandingan.
Insiden ini juga memancing perhatian serius dari otoritas sepak bola dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, bersama pihak CAF telah melayangkan kecaman keras terhadap perilaku skuad Senegal.
Infantino menegaskan bahwa tindakan meninggalkan lapangan adalah bentuk perilaku tidak sportif yang tidak dapat dibenarkan dalam dunia sepak bola profesional.
Saat ini, CAF sedang mendalami seluruh rekaman pertandingan untuk memulai proses disipliner. Sanksi tegas membayangi pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan kode etik dan regulasi pertandingan internasional. (Ant/Z-1)
Simak profil lengkap Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. Analisis kekuatan skuad Mohamed Ouahbi, pemain kunci seperti Brahim Diaz, hingga peluang di Grup C.
Melalui upaya hukum ini, Senegal mendesak agar keputusan komite banding CAF yang memenangkan Maroko segera dibatalkan.
Pemerintah Senegal resmi menuntut penyelidikan internasional independen terkait dugaan korupsi di tubuh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Federasi sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).
Pencabutan gelar Piala Afrika ini bermula dari temuan adanya ketidakkonsistenan data pemain yang didaftarkan Federasi Sepak Bola Senegal (FSF).
Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw dinyatakan bersalah atas perilaku tidak sportif yang dianggap mencoreng citra sepak bola.
Simak profil lengkap Timnas Senegal untuk Piala Dunia 2026. Analisis skuad asuhan Pape Thiaw, pemain kunci, hingga peluang lolos dari Grup I.
Langkah timnas Senegal ini merupakan bentuk penegasan bahwa mereka tetap menganggap diri sebagai juara Piala Afrika yang sah.
Di tengah kekecewaan publik Senegal usai pencabutan gelar Piala Afrika, Idrissa Gueye justru menekankan bahwa ada hal yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar trofi juara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved