Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pertandingan penentuan Grup F Piala Afrika 2025 antara Mozambik vs Kamerun berlangsung sengit di Stade d’Agadir, Kamis (1/1) dini hari WIB. Kamerun akhirnya meraih kemenangan 2-1 lewat gol penentu dari Christian Kofane, memastikan mereka lolos ke babak 16 besar Piala Afrika 2025 sebagai runner-up grup.
Pertandingan dimulai dengan kejutan ketika Mozambik, yang sebelumnya sempat tampil impresif di grup, unggul lebih dulu pada menit ke-23 melalui gol cantik Geny Catamo yang melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang. Gol ini memberikan keunggulan sementara bagi tim The Mambas dan membuat suasana pertandingan semakin panas.
Namun momentum cepat berubah tak lama kemudian. Pada menit ke-28, pertahanan Mozambik mengalami malapetaka ketika bek Nené secara tak sengaja mencetak gol bunuh diri, sehingga skor menjadi 1-1 dan membuka kembali peluang bagi Kamerun untuk mengambil kendali pertandingan.
Babak kedua menjadi panggung kebangkitan Les Lions Indomptables. Pada menit ke-55, Christian Kofane yang masih berusia 19 tahun, mencetak gol kemenangan spektakuler dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Mozambik. Gol ini memastikan kemenangan 2-1 bagi Kamerun dan menutup laga dengan kegembiraan bagi para pendukung mereka.
Skor akhir: Mozambik 1 – 2 Kamerun
Pencetak gol:
Stadion: Stade d’Agadir, Agadir, Maroko
Kemenangan ini membuat Timnas Kamerun menutup babak grup dengan rekor positif dan berhak melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi lawan baru mulai 3 Januari 2026 dalam fase gugur turnamen. Sementara itu, Timnas Mozambik juga lolos sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik dan akan bersiap menghadapi tantangan di babak 16 besar melawan tim kuat lainnya.
(E-3)
Keluarnya Veron Mosengo-Omba bertepatan dengan krisis kepercayaan yang dialami CAF menyusul dua keputusan kontroversial: pencopotan gelar juara Piala Afrika 2025 dari Senegal.
Langkah timnas Senegal ini merupakan bentuk penegasan bahwa mereka tetap menganggap diri sebagai juara Piala Afrika yang sah.
Melalui upaya hukum ini, Senegal mendesak agar keputusan komite banding CAF yang memenangkan Maroko segera dibatalkan.
Pemerintah Senegal resmi menuntut penyelidikan internasional independen terkait dugaan korupsi di tubuh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Di tengah kekecewaan publik Senegal usai pencabutan gelar Piala Afrika, Idrissa Gueye justru menekankan bahwa ada hal yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar trofi juara.
Federasi sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved