Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAPANGAN sepak bola yang berkualitas memiliki dampak signifikan tidak hanya pada performa pemain, tetapi juga perawatan dan keawetan lapangan. FIFA, sebagai badan pengatur sepak bola internasional, telah menetapkan beberapa standar untuk jenis rumput yang dapat digunakan di stadion.
Pemilihan rumput yang tepat memastikan lapangan tetap dalam kondisi optimal, mendukung kualitas permainan, dan meminimalisasi kebutuhan perawatan yang intensif. Berikut panduan mengenai jenis rumput yang direkomendasikan oleh FIFA serta beberapa contoh penerapan di stadion ternama.
FIFA merekomendasikan tiga jenis rumput yang dapat digunakan di lapangan sepak bola untuk memastikan kualitas permainan yang konsisten dan daya tahan lapangan.
Baca juga : Menpora: Penentuan Stadion Piala Dunia U-20 Keputusan FIFA
Rumput yang sepenuhnya alami, tanpa campuran sintetis.
Kombinasi rumput alami dengan serat sintetis untuk meningkatkan daya tahan.
Rumput buatan dari bahan sintetis.
Baca juga : JIS akan Menjadi Satu dari 10 Stadion Termegah di Dunia
Berdasarkan biologi dan adaptasi iklim, FIFA membagi rumput menjadi dua kelompok.
Cocok untuk negara dengan iklim dingin. Jenis rumput yang digunakan seperti perennial ryegrass atau Kentucky bluegrass.
Ideal untuk iklim tropis seperti Indonesia. Pilihan rumputnya seperti Bermuda atau Zoysia yang lebih sesuai dengan suhu panas dan kelembapan tinggi.
Baca juga : PSSI Targetkan Pusat Latihan IKN Dilengkapi 8 Lapangan
Berikut beberapa jenis rumput yang sering digunakan di stadion, baik tingkat lokal maupun internasional.

Baca juga : Komisi X DPR RI Harap Rumput SUGBK Penuhi Standar FIFA
Dok Pinterest.
Rumput itu juga dikenal sebagai rumput gajah berasal dari Amerika, Asia, dan Afrika. Jenis rumput ini sering digunakan di stadion yang tidak termasuk dalam kategori kompetisi elite.
Meskipun perawatannya mudah dan biayanya rendah, kualitasnya kurang optimal untuk lapangan sepak bola profesional. Contoh stadion yaitu Stadion Kanjuruhan, Stadion Gajayana, Stadion Harapan Bangsa, Stadion Siliwangi.

Dok Pinterest.
Dikenal sebagai rumput bermuda. Rumput ini ideal untuk suhu dingin.
Namun, kualitas rumput ini tidak sepenuhnya memenuhi standar FIFA untuk lapangan sepak bola profesional karena akar yang kurang kuat, meskipun perawatan dan biaya ekonomis. Contoh stadion ialah Stadion Pakansari.

Dok Pinterest.
Ideal untuk lapangan sepak bola di iklim tropis. Rumput Zoysia memiliki elastisitas tinggi dan akar yang kuat. Ini membuatnya sangat cocok untuk kondisi panas dan lembap di Indonesia.
Perawatannya rumit dan mahal, tetapi memberikan permukaan bermain yang berkualitas tinggi. Contoh stadion ialah Gelora Bung Karno (GBK).

Dok Pinterest.
Kombinasi rumput sintetis dan alami dengan teknologi canggih. Ini cocok untuk berbagai lapangan olahraga. Contoh stadion ialah Jakarta Internasional Stadium (JIS), Emirates, Etihad, Old Trafford, White Hart Lane, St. James Park, Goodison Park.

Dok Grass Master Solution.
Rumput hibrida pertama yang diluncurkan pada 1989. Ini ideal untuk turnamen tingkat atas dengan sistem perawatan yang canggih. Contoh stadion ialah Wembley Stadium, San Siro, Anfield, Old Trafford.

Dok Pinterest.
Rumput alami ini memiliki kualitas terbaik untuk musim dingin. Rumput memberikan permukaan tebal dan halus. Contoh stadion ialah Stadion Arrowhead, Hard Rock, Raymond James.

Dok Pinterest.
Rumput ini cepat tumbuh dalam 5-7 hari. Ini ideal untuk daerah dingin dengan warna hijau yang lebih gelap.
Pemilihan jenis rumput yang sesuai dengan standar FIFA menjadi kunci untuk memastikan kualitas dan daya tahan lapangan sepak bola. Mengetahui berbagai jenis rumput dan standar yang diterapkan dapat membantu pihak pengelola stadion dalam membuat keputusan yang tepat untuk lapangan mereka. (Z-2)
Mengenal Estadio BBVA di Monterrey, Meksiko. Stadion berjuluk El Gigante de Acero yang siap menggelar empat laga Piala Dunia 2026.
Estadio Azteca di Mexico City resmi menjadi lokasi pembukaan Piala Dunia 2026. Simak profil, kapasitas, dan sejarah stadion legendaris ini.
Mengenal Estadio Akron di Guadalajara, Meksiko. Stadion megah berbentuk gunung berapi yang siap menggelar laga Piala Dunia 2026.
Mengenal Stadion MetLife di New Jersey, stadion berkapasitas 82.500 kursi yang terpilih menjadi lokasi laga final Piala Dunia 2026.
Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan stadion sebagai upaya memperkuat ekosistem sepak bola sekaligus pemberdayaan UMKM.
Dari 16 laga Piala Dunia Antarklub yang telah digelar, separuhnya dihadiri penonton sebanyak kurang dari 50% kapasitas stadion.
RUMPUT Rumput Lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan menjadi perhatian jelang laga timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Rumput lapangan bola dari arena Universitas Pelita Harapan di Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, berjenis Zoysia Matrella.
Sekda DKI Jakarta menegaskan JIS sudah siap diresmikan menyusul pergantian rumput selesai dilakukan.
Major League Soccer (MLS) meminta seluruh klub peserta mengganti rumput stadion dari sintetis ke alami. Permintaan tersbut dilakukan untuk mengakomodir kehadiran Lionel Messi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved