Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA calon pemain Indonesia, Calvin Verdonk dan Jens Ravens, saat ini, proses naturalisasinya telah disetujui Komisi X dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Proses persetujuan naturalisasi keduanya terjadi pada rapat kerja bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/6).
Sebelum menjadi bagian timnas Indonesia, yang diasuh pelatih Shin Tae-yong, nantinya, setelah sidang Komisi X dan Komisi III DPR, rekomendasi persetujuan ini akan disampaikan dalam rapat paripurna DPR untuk diambil keputusan.
Baca juga : DPR Setujui Naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven
Setelah rapat paripurna, Verdonk dan Raven akan menjalani sumpah di Kementerian Hukum dan HAM dan kemudian akan mengurus kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga guna mendapatkan paspor.
Instagram @c.verdonk
Pesepak bola bernama lengkap Calvin Ronald Verdonk dinaturalisasi karena memiliki darah dari ayahnya yang bernama Ronald Alting Siberg, yang lahir di Meulaboh, Aceh pada 6 Februari 1958.
Baca juga : Calvin Verdonk Gabung Latihan Timnas, Berharap Naturalisasi segera Rampung
Verdonk, yang lahir di Dordrecht, Belanda pada 26 April 1997 memiliki darah 'Negeri Kincir Angin' dari ibunya yang bernama Tamara Verdonk, yang lahir di Dordrecht, Belanda pada 18 September 1975.
Verdonk merupakan pemain jebolan akademi Feyenoord. Karier profesionalnya dimulai pada April 2014 saat menandatangani kontrak bersama tim akademi tersebut.
Ia kemudian mencatatkan debutnya setelah hampir satu tahun, tepatnya pada 8 Maret 2015 saat membantu timnya menang 3-0 atas Excelsior Rotterdam.
Baca juga : Surpres Permohonan Naturaliasasi Calvin Verdonk dan Jens Raven Sudah Dikantongi DPR
Selama di Feyenoord, ia sering dipinjamkan ke klub lainnya, di antaranya PEC Zwolle (2016/2017), NEC Nijmegen (2017/2018), dan FC Twente (2019/2020).
Verdonk lalu dilepas Feyenoord dan berkarier bersama klub Portugal, Famalicao pada 2020 setelah tercatat memenangi KNVB Beker 2015/2016 dan Piala Super Belanda 2019 bersama klub masa kecilnya tersebut.
Namun, dia hanya bertahan di Portugal selama satu musim sebelum dipinjamkan ke Nijmegen pada 2021 hingga kemudian kontraknya dipermanenkan Nijmegen pada 2022.
Baca juga : Ketum PSSI Konfirmasi Naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven
Verdonk lebih sering bermain sebagai bek kiri. Namun, ia juga mampu untuk bermain di posisi lain seperti bek tengah seperti halnya Justin Hubner di timnas Indonesia saat ini.
Selain lihai bermain sebagai bek kiri, Verdonk juga mempunyai kelebihan yaitu mahir dalam mengeksekusi bola-bola mati.
Pada musim ini, bek kiri 27 tahun itu mengantarkan klubnya Nijmegen finis di posisi keenam di Eredivise dengan 53 poin, terpaut tiga poin dari Ajax Amsterdam di posisi kelima.
Ia tampil 40 kali pada musim ini dengan torehan dua gol dan tiga asisst.
Instagram @jensraven9
Pesepak bola kelahiran Dordrecht, Belanda, pada 12 Oktober 2005 itu memiliki darah Indonesia dari nenek yang berasal dari ayahnya yang bernama Willy Maudy Baungarten karena lahir di Yogyakarta pada 6 April 1944 silam.
Sementara ayah Raven yang bernama Bjorn Raven lahir di s-Gravenhage, Belanda pada 6 September 1975 silam.
Raven mengawali karier sepak bolanya di Nootdorp U-17 pada 2021/2022. Ia yang terus berkembang akhirnya mendapatkan tempat di tim senior pada musim setelahnya, musim 2022/2023.
Pada musim ini, Raven memperkuat tim tanah kelahirannya, FC Dordrecht U-21. Pemain yang berposisi sebagai striker bertinggi 1,89 meter itu mengoleksi enam gol dari 19 penampilannya bersama FC Dordrecht U-21 pada musim ini.
Saat ini, Raven berada bersama timnas Indonesia U-20 asuhan pelatih Indra Sjafri di Prancis untuk mengikuti turnamen Piala Toulon 2024. (Ant/Z-1)
Gelandang Madura United Jordy Wehrmann mengungkapkan keinginannya membela Timnas Indonesia usai laga kontra Persebaya. Simak profil dan harapannya.
PSSI menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain keturunan yang kini membela Timnas Indonesia telah dilakukan secara sah dan sesuai peraturan hukum di Indonesia.
AFC menjatuhkan sanksi berat kepada timnas Malaysia akibat penggunaan pemain ilegal. Harimau Malaya gagal lolos ke Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Cek detailnya!
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
Data 2020-2025 menunjukkan sebagian besar permohonan WNA dan anak hasil perkawinan campuran ditolak, menegaskan nilai tinggi status WNI.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
Dony Tri Pamungkas mengaku belum puas meski tampil gemilang di FIFA Series 2026 dan dipuji Calvin Verdonk. Simak tekadnya bersaing dengan Nathan Tjoe-A-On di posisi bek kiri Timnas Indonesia
Dony kembali mendapat kesempatan tampil saat menghadapi Bulgaria. Masuk dari bangku cadangan, kehadirannya membuat permainan tim menjadi lebih atraktif.
KEKALAHAN tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (31/3), tidak melunturkan optimisme punggawa timnas Indonesia, Calvin Verdonk.
Calvin Verdonk puji setinggi langit gaya main Dony Tri Pamungkas usai FIFA Series 2026. Bek Lille itu berharap bintang muda Persija tersebut berkarir di Eropa
Meski timnas Indonesia harus mengakui keunggulan timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1, performa Calvin Verdonk dinilai menjadi titik cerah dalam pertandingan tersebut.
Calvin Verdonk menggarisbawahi bahwa secara kolektivitas, Indonesia terbukti mampu mengimbangi, bahkan melampaui level permainan timnas Bulgaria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved