Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALID Regragui akan melanjutkan tugasnya sebagai pelatih timnas Maroko meski gagal tampil apik di Piala Afrika. Hal itu diumumkan Federasi Sepak Bola Maroko, Senin (5/2).
Maroko diharapkan bersinar di Piala Afrika yang digelar di Pantai Gading setelah mereka sukses menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Setelah menjadi juara grup dengan catatan dua kemenangan dan sekali seri, Singa Atlas tersingkir dari Piala Afrika usai kalah 2-0 dari timnas Afrika Selatan di babak 16 besar.
Baca juga : Hakimi Gagal Penalti, Maroko Disingkirkan Afrika Selatan dari Piala Afrika
"Saya telah gagal. ini merupakan kesalahan saya, bukan para pemain," ujar Regragui, yang sempat mengatakan akan mengundurkan diri jika timnas Maroko gagal mencapai setidaknya babak perempat final.
Namun, pelatih berusia 48 tahun itu akan tetap menukangi timnas Maroko setelah Federasi Sepak Bola Maroko menegaskan mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat timnas meraih sukses menjelang Piala Afrika 2025 dan Piala Dunia 2030.
Penampilan Regragui di Piala Afrika juga diwarnai skorsing dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) setelah sang pelatih terlibat peselisihan dengan bek Kongo Chancel Mbemba di laga pamungkas babak penyisihan grup. Namun, skorsing itu dicabut setelah Federasi Sepak Bola Maroko mengajukan banding. (AFP/Z-1)
Simak profil lengkap Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. Analisis kekuatan skuad Mohamed Ouahbi, pemain kunci seperti Brahim Diaz, hingga peluang di Grup C.
Melalui upaya hukum ini, Senegal mendesak agar keputusan komite banding CAF yang memenangkan Maroko segera dibatalkan.
Pemerintah Senegal resmi menuntut penyelidikan internasional independen terkait dugaan korupsi di tubuh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Federasi sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).
Pencabutan gelar Piala Afrika ini bermula dari temuan adanya ketidakkonsistenan data pemain yang didaftarkan Federasi Sepak Bola Senegal (FSF).
Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw dinyatakan bersalah atas perilaku tidak sportif yang dianggap mencoreng citra sepak bola.
Keluarnya Veron Mosengo-Omba bertepatan dengan krisis kepercayaan yang dialami CAF menyusul dua keputusan kontroversial: pencopotan gelar juara Piala Afrika 2025 dari Senegal.
Langkah timnas Senegal ini merupakan bentuk penegasan bahwa mereka tetap menganggap diri sebagai juara Piala Afrika yang sah.
Di tengah kekecewaan publik Senegal usai pencabutan gelar Piala Afrika, Idrissa Gueye justru menekankan bahwa ada hal yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar trofi juara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved