90% Desa di Indonesia Ajukan Lapangan Sepak Bola

Basuki Eka Purnama
02/6/2016 08:36
90% Desa di Indonesia Ajukan Lapangan Sepak Bola
(Antara)

RESPON desa pada program satu desa satu lapangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada periode kedua ini cukup tinggi dan berdasarkan proposal yang masuk mayoritas berharap mendapatkan bantuan untuk lapangan sepak bola.

"Memang benar. Responnya cukup tinggi. Sebanyak 80-90% dari proposal yang masuk," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto di sela sosialisasi program yang melibatkan Dispora seluruh Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/6).

Menurut dia, tingginya jumlah desa yang mengajukan lapangan sepak bola menunjukkan jika cabang olahraga ini sangat merakyat. Banyak masyarakat menginginkan cabang olahraga yang baru saja lepas dari sanksi FIFA itu kembali eksis termasuk dalam pembinaan.

Gatot mengaku, program unggulan Kemenpora yang dipimpin Imam Nahrawi ini juga sudah dikenal kepada perwakilan FIFA saat berkunjung di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Respon dari induk organisasi sepak bola dunia itu dinilai bagus.

"Kami ingin menunjukkan jika negara hadir dalam menyiapkan pendukung perkembangan sepak bola Indonesia," kata pria yang juga juru bicara Kemenpora itu.

Lulusan UGM Yogjakarta itu menjelaskan, lapangan sepak bola sebenarnya bukan satu-satunya yang bisa diajukan. Selain itu desa juga bisa mengajukan perbaikan ataupun pembangunan lapangan bulu tangkis, bola voli maupun basket.

"Untuk jumlah bantuannya berbeda-beda. Khusus untuk lapangan sepak bola besarannya kurang lebih Rp190 juta. Memang tidak begitu besar, tapi kami berharap dana ini bisa menjadi umpan untuk mendapatkan bantuan pihak lain," imbuh Gatot.

Demi kelancaran program ini, Kemenpora melibatkan Dispora provinsi untuk membantu proses verifikasi dalam menentukan desa mana yang berhak mendapatkan bantuan sesuai dengan proposal yang masuk. Selama ini, verifikasi hanya dilakukan pusat.

Sementara itu Asdep Standarisasi dan Infrastruktur Kemenpora Samsudin mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar terwujudnya pemahaman SKPD di daerah tentang program dana bantuan pemerintah yang pada akhirnya akan memperluas informasi tentang pelaksanaan program bantuan.

"Program ini memang berpotensi bersinggungan dengan masalah hukum. Makanya harus hati-hati. Dengan sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi panduan yang sesuai dengan aturan," katanya.

Program satu desa satu lapangan saat ini memasuki tahun kedua. Pada tahun pertama sukses membangun di 447 desa dan untuk tahun ini ditargetkan mampu membangun seribu lapangan yang tersebar diseluruh Indonesia. Jumlah desa yang mendapatkan bantuan akan dinaikkan dua kali lipat pada 2017. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya