Barcelona Torehkan Sejarah Baru

MI/AFP/Mln/X-9
08/6/2015 00:00
Barcelona Torehkan Sejarah Baru
(AP Photo/Frank Augstein)
KEMENANGAN 3-1 atas Juventus pada final Liga Champions di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman, kemarin dini hari, membuahkan sejarah baru bagi Barcelona. Mereka menjadi satu-satunya klub yang dua kali sukses merangkai tiga gelar alias treble winners dalam satu musim. Keberhasilan merebut trofi Si Kuping Besar itu merupakan pemuncak setelah Barca  merajai Liga Spanyol dan Piala Raja.

Sebelumnya, mereka menorehkan prestasi yang sama pada 2009 tatkala dibesut Pep Guardiola dalam debutnya sebagai pelatih. Tiada satu pun klub di Benua Biru yang mampu dua kali mengawinkan tiga gelar, kecuali El Barca. Glasgow Celtic, Ajax, PSV Eindhoven, Manchester United, Inter Milan, dan Bayern Muenchen memang pernah merenda kegemilangan dengan meraih treble winners, tetapi hanya satu kali.

Sukacita pun menggelora di kubu Blaugrana. Para pemain, pelatih Luis Enrique, ofisial, dan puluhan ribu pendukung mereka yang menyaksikan langsung di stadion meledak dalam euforia begitu wasit Cakir Cuneyt (Turki) meniup peluit panjang. Begitu pula dengan suporter yang menyemut di jalan-jalan Barcelona. Lionel Messi dan kawan-kawan memang pantas menjadi pemenang.

Mereka tampil menekan sejak awal, bahkan sudah unggul saat pertarungan baru jalan empat menit lewat gol Ivan Rakitic memanfaatkan umpan Andres Iniesta. Juve sempat menyamakan kedudukan di menit 55 melalui Alvaro Morata, tetapi Luis Suarez membawa Barca kembali memimpin menit 68 dan Neymar memantapkannya saat injury time.
"Kami berhak menang. Saya berharap kami tidak berhenti di sini, dan musim depan bisa memenangi lebih banyak lagi trofi," tandas Rakitic.

Enrique yang juga baru pertama menjadi pelatih ingin Barca mengukir sejarah lagi musim depan dengan menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. "Ini pertandingan ke-60 (musim ini) kami dengan enam kali kalah dari empat seri. Itu menunjukkan Barcelona ialah tim terbaik," ujar arsitek berusia 45 tahun itu. Sebaliknya, di kubu Juve, kesedihan begitu kentara akibat kekalahan keenam di final Liga Champions tersebut. Namun, pelatih Massimiliano Allegri menilai skuatnya telah menjalani musim yang hebat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya