Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM nasional Brasil meraih tiga poin setelah mengatasi Ekuador 2-0 pada pertandingan ketujuh Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona CONMEBOL atau Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan di Estadio Beira-Rio, Porto Alegre, Brazil, Jumat (4/6) waktu setempat atau Sabtu (5/6) pagi WIB.
Dua gol Selecao dicetak Richarlison pada menit ke-65 dan Neymar dari titik penalti pada saat injury time. demikian catatan laman resmi FIFA.
Kemenangan tersebut memastikan Brazil nyaman di posisi pertama Zona CONMEBOL dengan 15 poin dari 5 laga. Sedangkan Ekuador tertahan di posisi tiga dengan sembilan poin, di bawah Argentina yang mengoleksi 11 poin.
Laga berjalan ketat sejak awal. Ekuador tampil disiplin, dan membuat Neymar dan kawan-kawan sempat kerepotan.
Percobaan pertama bahkan diciptakan oleh Ekuador pada menit ke-12. Carlos Gruezo mempunyai ruang tembak dari luar kotak penalti, tetapi upayanya masih bisa diblok.
Setelah sempat kesulitan, Brazil mendapat peluang pertamanya pada menit ke-23 melalui tembakan Gabi dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih bisa diamankan Alexander Dominguez.
Sepanjang babak pertama, duel kedua tim cukup ketat dan tidak banyak peluang terjadi. Pertarungan lebih banyak terjadi di lini tengah.
Jelang babak pertama tuntas, Neymar sempat membahayakan gawang Ekuador. Sepakannya dari luar kotak penalti masih bisa diamankan Dominguez lagi. Skor 0-0 bertahan saat jeda.
Pada babak kedua, Brasil akhirnya membuka keunggulan. Richarlison membobol gawang Ekuador setelah menerima umpan Neymar. Skor 1-0 untuk tim tuan rumah.
Setelah unggul, Brasil bermain lebih tenang dalam membangun serangan. Hasilnya, beberapa peluang hadir lagi lewat Marquinhos, Gabriel Jesus dan Gabi, tetapi belum mampu menambah keunggulan.
Ekuador dipaksa bertahan di sisa waktu pertandingan dan gelombang serangan Brasil akhirnya bisa membobol gawang tim tamu.
Pada masa injury time, penalti diberikan kepada Brazil setelah Gabriel Jesus dilanggar Alexander Dominguez. Penalti sempat diulang lewat VAR, dan Neymar bisa mengonversinya menjadi gol. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain:
Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Eder Militao, Alex Sancho; Lucas Paqueta, Casemiro, Fred (Gabriel Jesus 64'); Richarlison (Fabinho 90+1'), Gabi (Firmino 76'), Neymar.
Ekuador (4-4-2): Alexander Dominguez; Angelo Preciado, Robert Arboleda, Xavier Arreaga, Pervis Estupinan; Jhegson Mendez (Estrada 78'), Carlos Gruezo; Angel Mena (Cazares 86'), Ayrton Preciado (F. Martínez 72'), Alan Franco; Enner Valencia (Caicedo 76'). (Ant/Rtr/OL-09)
Beban berat menggelayuti pundak tim pengoleksi lima gelar juara dunia tersebut setelah menelan kekalahan 1-2 dari Prancis dalam laga terakhir.
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro diizinkan menjalani tahanan rumah selama 90 hari karena alasan kesehatan setelah didiagnosis menderita bronkopneumonia.
Kepolisian Brasil menembak mati Claudio Augusto dos Santos, bos geng Comando Vermelho, dalam operasi maut di Rio de Janeiro yang menewaskan 8 orang.
Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi bidang tektit pertama yang pernah ditemukan di Brasil.
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Gembong Los Lobos, Ángel Esteban Aguilar Morales, ditangkap di Meksiko. Ia diduga terlibat pembunuhan Capres Ekuador Fernando Villavicencio pada 2023.
Hubungan diplomatik Gustavo Petro dan Daniel Noboa retak akibat insiden bom di perbatasan. Ekuador bantah masuk wilayah Kolombia, sebut Bogota lalai jaga batas.
Ekuador usir Dubes Kuba setelah Trump wacanakan "friendly takeover". Menlu Kuba sebut langkah ini akibat tekanan agresif AS untuk isolasi Havana di kawasan.
Seorang hakim federal AS mengecam keras penahanan Liam Conejo Ramos, 5, dan ayahnya di Texas. Hakim menyebut tindakan tersebut sebagai "nafsu kekuasaan yang kejam".
Pengadilan Ekuador menjatuhkan vonis berat kepada 11 tentara pelaku penghilangan paksa empat bocah di Guayaquil. Hakim sebut ini "kejahatan negara".
Sedikitnya 31 narapidana tewas di penjara El Oro, Ekuador, termasuk 27 yang ditemukan digantung setelah bentrokan antar geng pecah pada Minggu dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved