MANTAN Wakil Presiden FIFA, Jack Warner, siap membuka dosa-dosa Federasi Sepak Bola Internasional yang menjadi sorotan dunia karena skandal korupsi itu. Warner merupakan 1 dari 14 orang yang diincar otoritas Amerika Serikat lantaran diduga terlibat korupsi di FIFA. Setelah selalu membantah tudingan itu, ia akhirnya mengaku bahwa memang terjadi praktik-praktik kotor di FIFA.
Warner yang juga mantan Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) bahkan mengatakan FIFA pimpinan Sepp Blatter pernah membiayai pemilu di Trinidad dan Tobago pada 2010. Padahal, Statuta FIFA tegas melarang terlibat dalam politik. "Saya telah banyak diam. Saya tidak akan melakukannya lagi. Saya tidak akan menjaga rahasia mereka lagi," ujar Warner dalam wawancara dengan stasiun televisi TV6 di Trinidad dan Tobago, Rabu (3/6) waktu setempat.
Warner yang terancam diekstradisi ke AS merupakan sosok kunci dalam drama memalukan di FIFA yang berpuncak pada pengunduran diri Blatter, Selasa (2/6), atau empat hari setelah terpilih kembali menjadi presiden FIFA untuk periode kelima. Warner diyakini tahu banyak soal sepak terjang Blatter. Otoritas AS pun telah membuka dokumen persidangan yang melibatkan anggota Komite Eksekutif FIFA 1997-2013, Chuck Blazer, pada 2013.
Blazer mengaku menerima suap bersama pejabat lainnya senilai US$10 juta untuk meloloskan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Ia mendapatkan US$750 ribu dari Warner. Blazer juga memfasilitasi suap dari Maroko senilai US$1 juta untuk bisa menggelar Piala Dunia 1998. Menteri Olahraga Afsel mengamini pihaknya menyetor US$10 juta sebagai melicinkan jalan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.
Namun, dia tegaskan itu bukan suap. Di sisi lain, mantan bintang Brasil, Ronaldo, berharap terbongkarnya kebobrokan di FIFA menjadi inspirasi untuk mereformasi Federasi Sepak Bola Brasil (CBF). Ia mendesak Presiden CBF Marco Polo Del Nero juga lengser. Del Nero dikenal sangat dekat dengan pendahulunya, Jose Maria Marin, yang ditangkap polisi Swiss dan FBI, 28 Mei silam.