Dunia Sambut Mundurnya Blatter

MI/AFP/BBC/Sat/X-9
04/6/2015 00:00
Dunia Sambut Mundurnya Blatter
(Sumber Wikipedia/Foto/AP/AFP)
BARU empat hari menjabat untuk kelima kalinya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sejak 1998, Sepp Blatter memutuskan mundur, Selasa (2/6) waktu Zurich, Swiss. Dunia pun menyambut sukacita lengsernya pria berusia 79 tahun tersebut. Blatter terpilih kembali sebagai orang nomor satu di FIFA dalam kongres luar biasa (KLB), 29 Mei lalu.

Namun, tekanan terhadap dirinya menghebat setelah dua hari jelang pemilihan itu terkuak adanya praktik korupsi di FIFA dengan ditangkapnya tujuh pejabat mereka. Tekanan tersebut tak juga surut, apalagi setelah Sekjen FIFA Jerome Valcke yang merupakan orang dekat Blatter diduga kuat terlibat dalam skandal suap senilai US$10 juta terkait dengan penetapan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Tekanan juga terus datang dari Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) hingga akhirnya Blatter menyerah. "Mandat saya tampaknya tidak didukung oleh semua pihak. Sebuah KLB akan digelar untuk menunjuk pengganti saya secepatnya," ujarnya. Mundurnya Blatter disambut antusias para pemangku kepentingan sepak bola dunia. "Itu keputusan sulit dan berani, serta tepat," ujar Presiden UEFA Michel Platini yang pada KLB FIFA pekan lalu meminta anggotanya tak memilih Blatter.

"Kenapa mundurnya tidak pekan lalu? Sudah jelas ada yang melakukan pelanggaran. Ia bertahun-tahun kurang dihormati. Kini dia mundur, ayo kita rayakan," cetus Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Dyke. Setelah Blatter kembali terpilih, Dyke mengajak negara-negara Eropa memboikot Piala Dunia 2018. "Kami sangat menghormati keputusan Blatter mundur. Kini jalan bagi pemimpin baru FIFA melakukan perubahan sudah terbuka," ujar Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach.

Melalui siaran pers di laman resmi Kemenpora, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan mundurnya Blatter sebagai peluang bagi berbagai pihak yang ingin mereformasi total manajemen FIFA. Pebisnis berusia 50 tahun, Domenico Scala, untuk sementara menggantikan posisi Blatter sampai KLB digelar paling cepat Desember 2015 dan paling lambat Maret 2016.

Scala sebelumnya menjabat sebagai Kepala Independen dari Komite Audit dan Penegakan Aturan FIFA. Sejumlah kandidat berpeluang menjadi Presiden FIFA yang baru. Mereka antara lain Pangeran Ali bin Al Hussein dari Yordania, legenda Brasil Zico, Platini (Prancis), dan mantan bintang Portugal, Luis Figo.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya