Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INTER Milan membawa misi meruntuhkan singgasana Sevilla saat kedua tim bentrok dalam final Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, dini hari WIB nanti.
Nerazzurri, julukan Inter Milan, akan berhadapan dengan lawan tangguh, Sevilla, yang memiliki rekam jejak positif di kasta kedua kejuaraan antarklub di ‘Benua Biru’ itu. Sevilla merupakan ‘raja’ Liga Europa dengan lima trofi .
Sevilla melaju ke fi nal sebanyak lima kali dan tak pernah terkalahkan di partai puncak. Adapun Inter telah empat kali tampil di final, berujung tiga kali juara dan sekali kalah melawan Schalke pada 1996/1997.
Terakhir kali Inter menjuarai Liga Europa ialah saat mengalahkan Lazio dengan skor telak 3-0 pada 1997/1998. Trofi turnamen yang saat itu bernama Piala UEFA mampu diraih Inter melalui gol Ivan Zamorano, Javier Zanetti, dan Ronaldo Nazario.
Kini 22 tahun berselang, Inter kembali ke partai puncak dan berambisi mengangkat trofi . Juru taktik Inter Milan, Antonio Conte, mengaku anak asuhnya harus bermain habishabisan agar bisa menutup musim dengan catatan manis sekaligus mengakhiri puasa gelar selama 9 tahun.
“Ini laga yang sulit. Kami melawan tim yang berpengalaman dan memiliki trofi terbanyak di kompetisi ini pada dekade terakhir. Kami harus waspada, tapi juga harus bermain dengan gairah dan keberanian, seperti yang telah kami lakukan hingga saat ini,” kata Conte, dilansir dari laman resmi klub.
“Ini final dan hanya tim terbaik lolos ke final, jadi kami harus menunjukkan kami adalah tim terbaik jika ingin juara,” sambungnya.
Sebaliknya, Sevilla juga menatap fi nal dengan motivasi tinggi. Sevilla datang dengan rekor tak terkalahkan dalam 20 laga terakhir, dan itu merupakan rekor klub. Rekor positif tersebut termasuk menyisihkan tim kuat, seperti Roma, Wolverhampton, dan Manchester United. Hal itu menjadi sinyal bahaya bagi Inter Milan.
Julen Lopetegui yang berada di balik performa impresif Los Nervionenses tetap mewaspadai Inter Milan. Ia mengatakan timnya harus tampil lebih baik melawan Inter yang di semifinal mengandaskan Shakhtar Donetsk dengan skor telak 5-0.
“Inter memiliki pemain berkualitas dan manajer yang berpengalaman. Kami harus melewati batas kami dan harus tampil luar biasa melawan mereka. Ini adalah tantangan yang berat dan menakutkan bagi kami,” kata eks pelatih Real Madrid itu.
Pikirkan PSG
Di kancah Liga Champions, Bayern Muenchen melanjutkan keperkasaan musim ini dengan mengalahkan Lyon 3-0 di semifinal, kemarin dini hari.
Dua gol Serge Gnabry ditambah sumbangan Robert Lewandowski membuat Die Roten, julukan Muenchen, melaju ke final untuk berhadapan dengan Paris SaintGermain, Senin (24/8) dini hari WIB.
Arsitek Muenchen Hansi Flick tinggal selangkah lagi menyamai prestasi treble 2012/2013 saat Die Roten di bawah asuhan Jupp Heynckes. Flick mengaku telah mengetahui kekuatan PSG dan siap menghentikan kecepatan trio lini depan Kylian Mbappe, Neymar, dan Angel Di Maria.
“Kami akan mengorganisasi pertahanan kami, tapi kami tahu kekuatan terbesar kami ialah mampu membuat lawan dalam tekanan,” tandas Flick. (AFP/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved