Trisula Barca Terus Tebar Ancaman

Satria Sakti Utama
30/4/2015 00:00
Trisula Barca Terus Tebar Ancaman
(DOKMI)
TRIO penyerang Barcelona, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar, terus menebar teror bagi lawan-lawan Blaugrana.

Kemarin dini hari, misalnya, ketiganya sama-sama menyumbang gol saat Los Cules menghantam Getafe 6-0 dalam lanjutan La Liga Spanyol.

Messi menyumbang 2 gol (9'-penalti, 47'), Suarez 2 gol (25', 40'), dan Neymar 1 gol (28'). Satu gol Barcelona lainnya dicetak Xavi Hernandez (30').

Total, trio yang akrab disebut MSN itu sudah mencetak 102 gol, mengalahkan trio maut Barca sebelumnya, Samuel Eto'o, Thierry Henry, dan Messi, yang mengoleksi 100 gol enam tahun lalu.

Mereka hanya kalah dari trio Real Madrid, Karim Benzema-Cristiano Ronaldo, dan Gonzalo Higuain, yang melesakkan 118 gol pada tiga tahun lalu.

Terlepas dari rekor itu, kemenangan atas Getafe memang sangat penting bagi Blaugrana.

Selain tetap menjaga jarak dengan seteru abadinya Real Madrid, kemenangan itu juga bisa menjadi bekal mereka untuk menghadapi raksasa Jerman Bayern Muenchen di semifinal Liga Champions.

"Kemenangan itu memang penting, tapi hanya 3 poin. Kami belum mendapatkan apa-apa. Sepak bola bisa menciptakan kejutan," kata pelatih Barca Luis Enrique.

Tambahan 3 poin membuat Barca masih kukuh di puncak klasemen.

Mereka mengoleksi 84 poin dari 34 laga, unggul 5 angka dari Madrid di posisi kedua yang baru bermain 33 kali.

Namun, selisih poin itu masih mungkin berubah lantaran Madrid baru bertanding dini hari tadi.

"Kami tahu masih ada empat laga lagi untuk dimainkan. Kami harus siap menghadapi semuanya. Kami tidak boleh memikirkan apa yang mungkin terjadi. Kami harus berpikir untuk melakukan segala yang mungkin dilakukan untuk mewujudkan gelar juara," kata Enrique lagi.

Gagal treble
Dari Jerman, ambisi Bayern Muenchen untuk merebut tiga gelar musim ini (treble) pupus sudah.

Secara menyakitkan Muenchen tersingkir di semifinal Piala Jerman (DFB PokaL) setelah kalah adu penalti 0-2 dari musuh bebuyutan mereka Borussia Dortmund di Allianz Arena, kemarin dini hari.

Laga kedua tim harus diakhiri dengan adu tendangan penalti setelah hingga waktu normal dan perpanjangan waktu 2x15 menit kedudukan tetap 1-1.

Petaka bagi Muenchen terjadi dalam drama adu penalti setelah tiga pemain mereka yang menjadi algojo gagal menunaikan tugas.

Bukan hanya kalah, Muenchen juga kembali kehilangan pemain andalannya, Arjen Robben.

Pemain asal Belanda yang baru sembuh dari cedera itu kembali harus menepi lantaran cedera otot perut.

Bukan hanya Robben, Muenchen juga terancam kehilangan Robert Lewandowski.

Striker asal Polandia itu sempat tergeletak di lapangan setelah bertabrakan dengan kiper Dortmund, Mitchell Langerak, pada menit-menit akhir babak perpanjangan waktu.

"Saya tetap bangga dengan tim saya. Tidak perlu merasa dipermalukan. Kami kalah dalam sebuah pertandingan sepak bola. Yang jelas kami harus segera bangkit untuk pertandingan melawan Barcelona," tukas arsitek Muenchen Pep Guardiola.

Akibat kekalahan itu, Muenchen tinggal berpeluang merebut satu gelar lagi, yakni Liga Champions.

Namun, mereka harus bisa melewati hadangan Barcelona.

Di lain pihak, pelatih Dortmund Jurgen Klopp tidak bisa menutupi kegembiraannya dengan kemenangan timnya.

Harapannya untuk memberikan gelar terakhir bagi Dortmund sebelum pergi kian mendekati kenyataan.

"Kami sangat beruntung dalam pertandingan itu, tidak perlu diragukan lagi. Kemenangan ini sangat berarti karena bagaimanapun Muenchen merupakan tim yang lebih superior ketimbang kami," kata Klopp. (AP/AFP/Gnr/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya