Kompetisi Amat Mungkin Disetop

Satria Sakti Utama
29/4/2015 00:00
Kompetisi Amat Mungkin Disetop
(ANTARA/Feny Selly)
SETELAH mediasi antara pihak Kemenpora dan PSSI berakhir buntu, kompetisi Qatar National Bank (QNB) League amat mungkin akan dihentikan dalam posisi force majeure.

Kondisi ini akan memaksa seluruh kegiatan kompetisi dihentikan, termasuk pemutusan kontrak sepihak seluruh pemain, pelatih, dan sponsorship.

Kemungkinan terjadinya kondisi tersebut diungkapkan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti seusai menggelar pertemuan dengan perwakilan klub serta PT Liga Indonesia di Jakarta. Hal ini semakin diperkuat setelah Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus mengungkapkan dukungannya jika langkah tersebut diambil PSSI dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 2 Mei.

Mekipun demikian, PT Liga Indonesia mengaku hingga saat ini masih menimbang segala dampak yang terjadi. Operator kompetisi di Indonesia itu menyerahkan seluruh keputusan tersebut di tangan PSSI.

"Tentu itu kewenangan PSSI untuk mengambil keputusan melihat dinamika yang ada sekarang. Kemungkinan force majeure atau dalam kondisi kompetisi dihentikan sama sekali, tapi memiliki implikasi bermacam-macam yang harus dikelola dengan baik. Implikasi itu yang harus kita analisis," sebut CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

Jika pun harus bergulir, QNB baru bisa dilanjutkan pada 19 Juni 2015.

Menurut Joko, lambatnya rencana bergulirnya kompetisi itu lantaran banyak agenda timnas Indonesia. Seperti agenda pemusatan latihan timnas U-23 hingga berkiprah di SEA Games 2015 dan persiapan laga timnas senior di kualifikasi Piala Asia 2019 dan Piala Dunia 2018.

Soal ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak ingin berandai-andai. Menurut Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto pihaknya tidak ingin dipersalahkan dengan keputusan PSSI menghentikan sepihak kompetisi.

"Artinya, seharusnya PSSI sudah aware sejak surat peringatan pertama. Jangan sampai diposisikan, di depan publik Kemenpora yang disalahkan," sebutnya.

Dukungan AFC
Di sisi lain, Ketua Umum PSSI yang baru terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 18 April di Surabaya, La Nyalla Mattalitti mendapat dukungan dari Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Salman bin Ebrahim Al Khalifa. La Nyalla dan perwakilan PSSI memang saat ini tengah berada di Bahrain untuk mengikuti Kongres Ke-26 AFC.

Delegasi PSSI pun berkesempatan langsung bertemu dengan Salman pada Senin (27/4) malam waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden AFC menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk selalu menjaga indepedensi PSSI.

"Stabilitas sebuah federasi di setiap negara anggota AFC, dalam hal ini PSSI, harus dijaga. Saya berharap mudah-mudahan pemerintah Indonesia mengerti independensi yang diharuskan FIFA kepada anggotanya," kata Salman.

Ia pun mengaku mengerti atas kondisi PSSI yang tengah terbelit perseteruan dengan Kemenpora. Salman pun berjanji akan segera memberikan arahan dan solusi kepada PSSI.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya