MENANG atau terkubur. Hanya itu pilihan bagi dua tim asal Milan, AC Milan dan Inter Milan, jika ingin bisa ambil bagian pada kompetisi Eropa musim depan. Jika melihat kedua tim saat ini, peluang kedua tim asal kota mode Italia itu maju memang tipis.
Saat ini, Milan berada di posisi kesembilan klasemen sementara Seri A dengan 43 poin dari hasil 31 laga, tertinggal tujuh angka dari Sampdoria yang ada di tangga kelima yang merupakan batas zona Eropa. Sementara itu, Inter ada satu tingkat di bawah tetangganya itu (urutan ke-10) dengan 42 poin.
Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan tujuh pertandingan lagi, kemenangan pun menjadi sebuah keharusan bagi keduanya, seperti yang dicanangkan Rossoneri. Persoalannya ialah inkonsistensi penampilan tim besutan Filippo Inzaghi kerap menjadi kendala. Itu sebabnya ambisi Diavolo Rosso masih layak diuji.
Apalagi mereka akan menghadapi Udinese di kandangnya, Stadio Communale Friuli, Udine, nanti malam. Padahal, itu menjadi awal perjuangÂan Diavolo Rosso untuk mewujudkan target main di kompetisi Eropa musim depan.
"Kami harus yakin. Kami sudah keras sepanjang pekan ini. Kami ingin lolos ke Liga Europa. Masih ada tujuh laga lagi dan itu akan jadi tujuh final," tegas bek Luca Antonelli. "Kami harus melakukan segalanya untuk memenangi laga tersisa tersebut dan lolos ke Eropa," imbuhnya.
Senasib dengan tetangganya, Inter juga harus bekerja keras pekan ini jika ingin tampil di kompetisi Eropa. Pasalnya, mereka harus menjamu tim peringkat ketiga AS Roma.
Ketimbang Rossoneri, perjuangan La Beneamata tentu saja lebih berat. Apalagi Giallorossi juga membidik poin penuh untuk bisa merebut kembali posisi runner-up yang kini dikuasai Lazio.
"Peluang kami untuk bermain di (kompetisi) Eropa masih ada dan itu akan terus kami kejar hingga pertandingan terakhir musim ini. Kami harus mencoba memenangi sebanyak mungkin pertandingan," cetsus bek Nerazzurri Davide Santon. (AP/AFP/Mln/R-2)