Klub Diminta Legowo

Satria Sakti Utama
25/4/2015 00:00
Klub Diminta Legowo
(ANTARA/ WIDODO S JUSUF)
Klub-klub diminta rela melepas pemain mereka yang dipanggil memperkuat timnas U-23 di SEA Games 2015 Singapura. Pembekuan PSSI oleh Kemenpora diharapkan tidak membuat klub menolak melepas pemainnya membela tim Garuda Muda.

"Kita berharap semua akan berjalan baik karena ini bukan untuk kepentingan Kemenpora, KONI, atau Satlak Prima, tetapi untuk bangsa dan negara. Saya harap ini dapat disadari semua pihak," ujar Komandan Satlak Prima Suwarno, kemarin.

Setelah membekukan PSSI, Kemenpora memang telah menunjuk Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk menggelar pemusatan latihan untuk timnas U-23. Menurut rencana, pelatnas sepak bola SEA Games 2015 akan dimulai pada 5 Mei mendatang.

"Lokasi pelatnas belum diputuskan apakah di Yogyakarta, Surabaya atau Bali," ungkap Suwarno.

Tentang Timnas U-23, Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Gatot S Dewabroto menjelaskan pemerintah akan memulai membuka jalur komunikasi dengan klub. Meski demikian, Gatot mengakui kemungkinan adanya respons negatif dari klub.

"Kami akan segera melakukan pendekatan dengan klub-klub dan komunikasi tetap kami jalin. Ini bukan kepentingan klub atau Kemenpora, tetapi untuk kepentingan nasional," kata Gatot.
Di SEA Games 2015, Indonesia tergabung di Grup A bersama Myanmar, Kamboja, Filipina, dan tuan rumah Singapura.

Tidak ada izin
Kemenpora hingga kini belum menentukan komposisi tim transisi pascapembekuan PSSI. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahwari baru akan mengumumkan siapa saja yang masuk tim yang akan bertugas melakukan pembenahan di tubuh PSSI itu.

"Sampai hari ini belum diputuskan berapa jumlah anggota tim. Beberapa hari ini kita dalam tahap melakukan konfirmasi ke sejumlah pihak yang akan duduk di tim transisi. Polanya mungkin sama dengan Tim Sembilan, tetapi orangnya dapat berbeda," sebut Gatot.

Selain mengambil alih tanggung jawab PSSI, pengelolaan kompetisi juga menjadi salah satu fokus tim transisi. "Kompetisi diliburkan sementara sambil kami melakukan pembenahan," jelas Gatot.

Sementara itu, Polda Jatim menegaskan tidak akan memberikan izin pertandingan Indonesia Super League (ISL) sesuai instruksi Kapolri me­nyusul pembekuan PSSI. "Kalau ada yang tetap menggelar pertandingan, saya akan mengambil tindakan tegas," kata Kapolda Jatim Irjen Anas Yusuf.

Sesuai jadwal, hari ini akan berlangsung dua laga di Jatim, yaitu Arema melawan Pelita Bandung Raya dan Persela menghadapi Semen Padang. Pada Minggu (26/4), Persebaya akan menjamu Persiba Balikpapan di Gelora Bung Tomo dan Persegres Gresik United akan menghadapi PSM Makassar di Stadion Petrokimia.

"Saya sudah menginggatkan panpel pertandingan untuk tidak memaksakan menggelar pertandingan karena kami akan bertindak tegas," imbuh Kapolda.

Tidak hanya Jawa Timur, Polda Papua juga menegaskan tidak mengeluarkan izin pertandingan antara Persipura melawan Persija Jakarta yang sedianya digelar hari ini.

"Kami di Polda Papua juga akan melaksanakan instruksi Mabes Polri. Kami sudah terbitkan rekomendasi mulai dari polresta, polda, hingga kami kirim ke Mabes Polri. Jawabannya, pertandingan tak bisa diberikan izin sampai ada informasi dari PSSI maupun panpel," jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin. (FL/MC/AD/R-2)

satria@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya