Kesempatan Terakhir Rodgers

Satria Sakti Utama
19/4/2015 00:00
Kesempatan Terakhir Rodgers
(AFP/PAUL ELLIS)
LAGA berat bakal dilakoni Liverpool dalam pejuangan merebut satu gelar musim ini. Malam nanti di Stadion Wembley, 'si Merah' akan ditantang Aston Villa di semifinal Piala FA.

Bagi Liverpool, kemenangan atas Villa dan tiket ke final Piala FA wajib diraih.

Pasalnya, tim besutan Brendan Rodgers itu praktis tidak lagi memiliki peluang merebut juara Liga Primer.

Hanya gelar Piala FA yang bisa menyelamatkan nama besar Liverpool.

Bagi pelatih Brendan Rodgers, gelar di Piala FA menjadi sesuatu yang penting untuk didapat.

Sejak dipercaya duduk di kursi pelatih pada 2012, Rodgers belum sekali pun mengantar Liverpool menjadi juara.

Prestasi terbaiknya ialah mengantar timnya menduduki peringkat dua Liga Primer musim lalu.

Jika gagal, Rodgers akan menjadi pelatih pertama Liverpool dalam 50 tahun terakhir yang gagal mempersembahkan satu pun gelar di tiga musim pertama di Anfield.

Untuk memenuhi ambisnya itu, Rodgers akan mengandalkan sang kapten, Steven Gerrard.

Idola pendukung Liverpool itu dipastikan akan dimainkan Rodgers setelah menepi selama tiga laga.

Gerrard dihukum tidak boleh tampil dalam tiga pertandingan setelah mendapat kartu merah saat melawan Manchester United, 22 Maret lalu.

"Hal terpenting ialah ia bisa kembali bermain Minggu ini. Ia mengenal betuk karakter Wembley. Gerrard merupakan pemain yang spesial dan selalu bisa mencetak gol," ungkap Rodgers.

Tidak hanya bagi Rodgers, gelar juara Piala FA juga sangat penting bagi Liverpool.

Menurut Martin Skrtel, gelar juara juga penting bagi seluruh anggota tim.

"Liverpool merupakan salah satu klub besar di dunia dan kami butuh trofi juara dan saya berharap kami bisa mendapatkannya tahun ini," jelas bek asal Slovakia tersebut.

Sepanjang sejarah, Liverpool telah tujuh kali menjadi kampiun Piala FA.

Terakhir kali, gelar itu diraih pada musim kompetisi 2005/2005.

Di laga final Gerrard dan kawan-kawan menundukkan West Ham United di laga final 3-1 dalam adu penalti setelah bermain 3-3 selama 120 menit.

Faktor Benteke
Namun, Villa bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

Dalam tujuh laga terakhir menghadapi Villa, Liverpool hanya meraih tiga kemenangan dan menelan dua kekalahan.

Walau di klasemen Liga Primer Villa berada di papan bawah, hal itu tidak bisa menjadi pegangan bahwa tim besutan Tim Sherwood tersebut akan mudah dikalahkan.

Di enam laga terakhir Liga Primer, Sherwood sukses membawa Villa meraih tiga kemenangan dan membawa timnya menjauh dari zona degradasi.

"Kami telah meraih hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir. Melawan Liverpool merupakan laga yang bisa kami menangi," tegas Sherwood.

Keyakinan Sherwood memang beralasan.

Apalagi, Villa akan diperkuat Christian Benteke yang sedang on fire dalam beberapa laga terakhir.

Pemain depan Belgia itu mencetak 9 gol dalam 8 laga terakhir Villa termasuk gol penentu kemenangan 1-0 atas Totenham Hotspur pekan lalu.

"Saya masih berpikir bisa melakukan lebih dari itu. Kami tidak ingin kiprah di Piala FA berakhir Minggu ini. Kami tidak ingin berhenti hanya hingga semifinal. Kami ingin menuntaskannya," tegas Benteke. (AFP/Soccerway/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya