FIFA Siapkan Sanksi bagi PSSI

Sat/R-1
12/4/2015 00:00
FIFA Siapkan Sanksi bagi PSSI
(MI/PANCA SYURKANI)
FIFA sudah mulai habis kesabaran setelah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kemenpora terus merecoki PSSI.

FIFA pun mengancam mungkin akan mengambil opsi sanksi tegas jika pemerintah masih ikut campur dalam menangani kompetisi di Indonesia.

Dalam surat yang dikirim tertanggal 10 April, FIFA kembali mengingatkan Kemenpora dan BOPI bahwa kewenangan memberi lisensi berada di bawah asosiasi anggota FIFA.

Dalam hal ini yang berwenang ialah PSSI atau PT Liga Indonesia yang merupakan operator kompetisi di Indonesia.

Langkah Kemenpora melalui BOPI yang memverifikasi klub-klub peserta Qatar National Bank League dinilai telah melanggar statuta FIFA.

Lembaga pimpinan Sepp Blatter itu menjelaskan federasi sepak bola harus mengatur urusan mereka sendiri tanpa pengaruh dari pihak ketiga termasuk pemerintah yang tertuang pada poin ke-13 dan 17 statuta FIFA.

Alasan BOPI yang menilai kriteria verifikasinya telah sesuai dengan statuta FIFA dan AFC pun terpatahkan.

Itu disebabkan dalam surat yang ditujukan langsung kepada Menpora Imam Nahrawi, hanya anggota FIFA atau yang berasosiasi dengan FIFA yang dapat menentukan kriteria verifikasi.

Aturan tersebut tertuang pada poin dua dan tiga dari FIFA Club Licensing Regulations.

Di akhir surat tersebut, FIFA meminta Kemenpora dan BOPI untuk menahan diri dan membiarkan PSSI menjalankan tugas sebagai anggota FIFA.

Namun, apabila permintaan itu tidak diindahkan, FIFA tidak punya pilihan selain mempertimbangkan pemberian sanksi kepada PSSI.

Langkah tegas FIFA itu sebagai jawaban atas keputusan BOPI untuk tidak memberikan rekomendasi kepada dua klub Qatar National Bank League, yakni Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

Keduanya disebut masih menyimpan problematika terkait dengan masalah legalitas yang diawali dari permasalahan dualisme beberapa tahun silam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya