MESKI Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga telah mencapai kesepakatan dengan Komisi X DPR RI untuk memberikan rekomendasi bagi Arema Cronus dan Persebaya Surabaya pada Senin (6/4) , Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menegaskan bahwa kedua klub asal Jawa Timur itu masih haram menggelar pertandingan.
Menurut Ketua Umum BOPI Noor Aman, rekomendasi bertanding tidak dapat langsung diberikan sebelum Arema dan Persebaya memenuhi dokumen yang telah disepakati dalam rapat kerja tersebut, sebab dalam rapat tersebut, kedua pihak hanya sepakat menyebut kata-kata \'dipertimbangkan\'. Dengan kata lain, sampai kini kedua klub tersebut tetap tidak diperbolehkan main.
Baik Arema maupun Persebaya sebelumnya tidak mendapatkan rekomendasi dari BOPI karena permasalahan dualisme yang berujung bermasalahnya aspek legalitas kedua tim. Oleh sebab itu, kedua tim harus membuat surat pernyataan bermeterai untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
\"Sampai sekarang, kedua klub tersebut tetap tidak diperbolehkan main. Keputusan BOPI yang kemarin tetap berlaku, kecuali dalam waktu dekat ini mereka sanggup menyelesaikan permasalahan mereka sesuai amanah rapat kemarin,\" tegas Noor dalam rilisnya, kemarin.
Lebih lanjut, ia juga menyesalkan sikap PT Liga Indonesia yang membiarkan Arema dan Persebaya bertanding pada akhir pekan lalu.
Keputusan operator QNB League itu menurutnya dia telah melanggar rekomendasi BOPI. Apalagi sebelumnya PT Liga juga mengubah nama ISL menjadi QNB League, sedangkan rekomendasi yang mereka ajukan kepada BOPI ialah untuk ISL 2015.
\"Saya juga tidak tahu mengapa mereka (PT Liga) tetap mengizinkan kedua tim bertanding meski sudah dijelaskan bahwa kedua tim itu bermasalah,\" tandasnya.
Siap rekonsiliasi Pada bagian lain, Arema mengaku siap menaati keputusan BOPI dan Kemenpora. Itu sebabnya, mereka akan melakukan rekonsialisasi dalam waktu dekat.
Perwakilan Arema, Satria Budi Wibawa, mengungkapkan manajemen Arema Cronus langsung bergerak cepat untuk memenuhi syarat sesegera mungkin. Rekonsiliasi lanjutan antara Yayasan Arema dan manajemen Arema akan kembali dilakukan setelah sempat bertemu pada Jumat (3/4) lalu.
Dalam pertemuan tersebut direncanakan akan ada penataan ulang kepengurusan agar kata mufakat tercapai. \"Arema ini kan dimiliki Yayasan Arema yang dikelola melalui PT Arema Indonesia. Dalam waktu dekat, kami akan tata ulang pengurusnya. Untuk menata ulang kepengurusan ini, kami perlu duduk bersama,\" ungkap Satria dikutip situs resmi Arema Cronus.
CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, bahkan memuji BOPI dan Kemenpora. Menurut dia, kejadian itu bisa menjadi momentum untuk membangun kembali tali silaturahim pihak-pihak yang terkait Arema.
Sementara itu, PT Liga Indonesia hingga saat ini mengaku belum dapat berkomentar banyak terkait dengan kesepakatan yang telah terjalin tersebut.
\"Saya belum dapat berkomentar tentang itu karena kita sampai sekarang belum tahu hasilnya,\" jelas Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy saat dihubungi. (wearemania.net/R-4)