Pantang Gagal di Laga Perdana

M Taufan SP Bustan m.taufan@mediaindonesia.com
21/3/2019 05:00
 Pantang Gagal di Laga Perdana
(JELANG LAGA PERDANA: Pelatih Roberto Martinez (tengah) dan pemain timnas Belgia berada di lapangan saat menjalani latihan di Tubize, Belgia, (AFP/BRUNO FAHY))

SETELAH gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, Belanda mulai menunjukkan kebangkitkan di ajang UEFA Nations League (UNL). Berada satu grup dengan tim papan atas Prancis dan Jerman, Belanda mampu menjadi juara grup.

Namun, hal itu tidak membuat pelatih Ronald Koeman terlena. Walau UNL menjadi salah satu ajang merebut tiket ke putaran final Euro 2020, Koeman menilai ujian yang sesungguhnya ada di babak kualfikasi kompetisi sepak bola antarnegara Eropa tersebut.

Berada di Grup C, Belanda akan memulai penampilan dengan menjamu Belarus di Stadion Feyenoord, Rotterdam, dini hari nanti. Di laga kedua, tim 'Oranye' yang masih akan menjadi tuan rumah bakal menghadapi seteru abadi, Jerman, Senin (25/3) dini hari.

"Kami akan melakoni dua laga pertama di kandang. Karena itu, sangat penting bisa meraih hasil positif di kedua laga tersebut," ungkap Koeman.

Dalam menghadapi Belarus, Belanda yang memiliki kualitas pemain lebih baik lebih diunggulkan. Terlebih, dalam enam kali pertemuan dengan negera pecahan Uni Soviet tersebut, tim 'Oranye' meraih enam kemenangan dan dua kali kalah. "Kami sangat optimistis meraih hasil yang memuaskan," tandas Koeman.

Namun, ia mengakui babak kualifikasi yang dimulai Maret menjadi hal aneh karena berlangsung saat kompetisi antarklub sedang dalam masa puncak. Namun, hal itu dinilainya sama sekali tidak mengurangi gairah pemain untuk memberikan yang terbaik. "Saya tidak melihatnya sebagai beban. Pemain kami terlihat senang bisa kembali lagi," jelasnya.

Tanpa Lukaku

Dalam laga Grup I, Belgia akan mengawali penampilan dengan ujian berat. Di King Baudouin Stadium, Brussels, Eden Hazard dan kolega harus menghadapi Rusia. Ujian bagi Belgia makin berat dengan absennya Romelu Lukaku. Striker Manchester United tersebut harus menepi karena mengalami cedera.

Absennya Lukaku serta telah mundurnya Marouane Fellaini membuat pelatih Belgia Roberto Martinez akan mengandalkan ketajaman striker Crystal Palace Michy Batshuayi di lini depan.

Tidak hanya itu, Martinez mungkin juga akan kehilangan pemain andalan di lini belakang. Vincent Kompany diragukan tampil karena kondisnya kurang fit dan mungkin akan digantikan Dedryck Boyata.

Di sisi lain, walau bermain di kandang lawan, Rusia memiliki peluang besar merebut poin. Tim besutan Stanislav Cherchesov tersebut datang ke Brussels dengan keyakinan tinggi untuk bisa menuai hasil positif.

Namun, kekuatan Rusia kali ini berbeda dengan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Tim berjuluk 'Beruang Merah' tersebut saat ini telah ditinggal beberapa pemain kunci seperti kiper Igor Akinfeev.

Untuk membongkar pertahanan Belgia, Cherchesov mungkin akan menempatkan Artem Dzyuba sebagai striker tunggal di lini depan. Dengan pola 4-2-3-1, Dzyuba akan mendapat sokongan dari lini kedua yang dimotori Denis Cheryshev. (AFP/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya