Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH babak belur di putaran final Piala Dunia Rusia 2018 dan gagal di ajang Nations League, perombakan besar dilakukan arsitek Jerman Joachim Loew. Selain memanggil para pemain debutan, ia juga mencoret nama-nama pemain yang biasanya langganan masuk timnas.
Tidak ada lagi nama Thomas Mueller, Mats Hummels, dan Jerome Boateng di Die Mannschaft saat ini. Dari 23 nama itu, tiga ialah muka baru, yakni bek kanan RB Leipzig, Lukas Klostermann, gelandang Werder Bremen, Maximilian Eggestein, dan bek Hertha Berlin, Niklas Stark. Lalu beberapa pemain dengan caps di bawah lima ada Serge Gnabry, Marcel Hastenberg, Nico Schulz, Jonathan Tah, dan Thilo Kehrer.
Loew memilih akan mengandalkan nama-nama seperti Leroy Sane, Niklas Sule, Leon Goretzka, dan Ginter. “Era baru dimulai pada kualifikasi Piala Eropa 2020 dan perubahan penting dilakukan terkait hasil musim lalu,” ujar Loew.
Keputusan Loew itu tentu saja bukan tanpa tentangan. Tidak sedikit pihak yang menyebut Loew tengah melakukan perjudian.
Namun, Loew sudah kukuh dengan keputusannya itu. Untuk itu, ia siap membuktikannya dalam uji tanding melawan Serbia di Volkswagen Arena, Wolfsburg, dini hari nanti.
“Jerome Boateng, Mats Hummels, dan Thomas Mueller tak akan lagi ada di skuat tim nasional (Jerman). Saya berterima kasih kepada Mats, Jerome, dan Thomas untuk tahun-tahun luar biasa. Akan tetapi, timnas sekarang ialah tentang membangun fondasi untuk masa depan. Kami ingin memberikan tim wajah-wajah baru dan saya cukup yakin ini ialah langkah tepat,” kata Loew lagi.
“Beberapa pemain harus melangkah. Goretzka dan Kimmich ialah contoh pemain yang punya ambisi dan opini. Suele juga harus mulai mengambil tanggung jawab,” tegas Loew.
Manajer Jerman, Oliver Bierhoff, mendukung keputusan Loew. Meski demikian, ia yakin Mueller, Boateng, dan Hummels akan tetap sukses bersama Bayern.
“Thomas, Mats, dan Jerome telah meraih banyak hal sampai sekarang untuk sepak bola Jerman. Mereka akan melanjutkan itu di level klub. Saya merasa masih terkoneksi dengan mereka dan bersyukur akan waktu yang sempat dihabiskan bersama-sama di timnas,” kata mantan striker Jerman tersebut.
Di sisi lain, arsitek Serbia, Mladen Krstajic, juga mengaku akan mengandalkan sejumlah pemain muda dalam uji tanding nanti. Salah satu pemain yang ia andalkan, yakni striker Eintracht Frankfurt, Luka Jovic.
Ia bahkan menyebut sang pemain mirip dengan bomber Barcelona, Luis Suarez. “Ia tipe pencetak gol yang klasik. Caranya mengontrol bola dan pengertiannya dalam pertandingan. Ia mirip Luis Suarez,” cetus Krstajic.
“Tentu saja ia bisa sangat berbahaya dan menyulitkan lawan karena dia selalu menunggu mendapat peluang,” lanjutnya.
Perlu modal
Pada bagian lain, arsitek Wales, Ryan Giggs, juga membutuhkan kemenangan untuk meyakinkan publik atas kemampuannya. Untuk itu, ia berharap bisa memetik kemenangan saat menghadapi Trinidad dan Tobago dalam pertandingan persahabatan di Racecourse Ground, Wales, dini hari nanti.
“Saya menempatkan diri saya sendiri dalam tekanan. Saya pikir saya akan dihakimi dalam laga yang berkualitas. Saya tahu tugas saya,” ujarnya.
Giggs ditunjuk sebagai arsitek Wales untuk menggantikan Chris Coleman. Selama 14 kali menukangi Gareth Bale dkk, ia mencatat tiga kali menang, sekali seri, dan lima kali kalah. (AFP/BBC/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved