Juku Eja Fokus Hadapi Persaingan di Asia

(Cah/R-1)
19/3/2019 07:20
 Juku Eja Fokus Hadapi Persaingan di Asia
(. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

PSM Makassar memetik pelajaran berharga dari kegagalan di Piala Presiden 2019. Dalam turnamen pemanasan sebelum bergulirnya Liga 1 2019 tersebut, tim berjuluk 'Juku Eja' itu tersingkir di penyisihan grup.

Berada di Grup C bersama Kalteng Putra, PSIS, dan Persipura, PSM menempati posisi juru kunci. Dari tiga laga, PSM menelan kekalahan.

Walau tidak meraih hasil memuaskan di Piala Presiden 2019, gelandang PSM Bayu Gatra menilai kegagalan tersebut membuat timnya bisa lebih fokus menjalani laga internasional di Piala AFC 2019. Terdekat, PSM akan menjamu wakil Filipina, Kaya FC Iloilo, dalam lanjutan penyisihan Grup H, pada 2 April mendatang. Sebelumnya, skuat asuhan Darije Kalezic sudah melakoni dua laga dengan hasil meraih sekali kemenangan dan sekali hasil imbang melawan peserta Grup H lainnya.

"Sejak awal memang pelatih memanfaatkan Piala Presiden untuk memadukan tim yang kebanyakan diisi pemain muda. Tujuannya supaya kami bisa lolos ke fase berikutnya di Piala AFC. Terhenti di Piala Presiden tidak masalah bagi kami," kata Bayu Gatra.

Di Grup H Piala AFC 2019, PSM sementara berada di peringkat kedua. Mereka satu tingkat di bawah Kaya FC yang memimpin klasemen sementara.

"Setelah ini kami ingin memberi yang terbaik, fokus, dan bekerja keras di ajang internasional ini. Ini juga menjadi kebanggaan baru bagi saya di klub yang juga baru, setelah tiga tahun terakhir bermain bersama Madura United," jelasnya seperti dikutip goal.com.

Di sisi lain, striker PSIS Claudir Marini Junior optimistis timnya bisa berbicara banyak di Liga 1 2019 walau gagal di Piala Presiden 2019. Keyakinan itu didasari hasil dua kemenangan dan sekali kalah di penyisihan Grup C.

"Saya hanya melakukan yang terbaik di jalan saya. Di Liga 1 saya ingin mencetak beberapa gol dan tentunya memberi kemenangan. Itu sangat mungkin dilakukan bersama teman-teman saya ini," kata Marini.

Ketajaman Marini memang sangat diharapkan PSIS. Pasalnya, striker asal Brasil tersebut menjadi tumpuan lini depan tim berjuluk 'Mahesa Jenar' itu menggantikan peran striker asing andalan musim lalu, Bruno Silva, yang hengkang ke klub Arab Saudi, Al Ain FC. (Cah/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya