Mentalitas Jadi Masalah Chelsea

Cahya Mulyana 
19/3/2019 02:00
Mentalitas Jadi Masalah Chelsea
(Paul ELLIS / AFP)

PENAMPILAN Eden Hazard dan kolega kembali membuat pelatih Chelsea Maurizio Sarri geleng-geleng kepala. Saat menghadapi Everton dalam lanjutan Liga Primer di Goodison Park, kemarin dini hari, Chelsea harus menelan kekalahan 0-2. 

Mantan pelatih Napoli tersebut menilai mentalitas menjadi masalah serius yang harus dibenahi. Tampil mendominasi di babak pertama, penampilan the Blues berbalik 180 derajat di babak kedua sehingga gawang yang dikawal Kepa Arrizabalaga dua kali bergetar melalui gol Richarlison (49’) dan Gylfi Sigurdsson (72’).    

“Kami hanya perlu kembali meraih tiga poin sehingga zona Liga Champions itu bukanlah hal yang tidak mungkin kami dapat dalam delapan pertandingan sisa musim ini. Namun, itu menjadi mustahil jika kami tidak dapat berkembang dan kami tidak dapat menghindari performa seperti babak kedua melawan Everton,” ungkap Sarri.

“Kami hanya perlu bermain seperti di babak pertama untuk delapan pertandingan berikutnya. Kami mungkin menampilkan 45 menit terbaik musim ini, kemudian tiba-tiba pada awal babak kedua, kami berhenti. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi,” imbuhnya.

Kegagalan membawa pulang poin dari kandang Everton membuat Chelsea masih tertahan di posisi keenam dengan poin 57. The Blues tertinggal satu poin dari Manchester United yang menempati peringkat kelima dan tiga poin dari Arsenal di posisi keempat.

Kekalahan dari Everton membuat posisi Sarri semakin terancam. Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dikabarkan sudah kehabisan kesa­baran dengan ketidakkonsistenan penampilan Hazard dan kawan-kawan. 

Jeda kompetisi pekan depan akan  dijadikan waktu Abramovich untuk mengevaluasi kinerja Sarri. Beberapa nama seperti Diego Simeone (Atletico Madrid), Frank Lampard (Derby County), serta Gianfranco Zola (yang kini menjadi asisten Sarri) disebut menjadi kandidat kuat mengisi kursi pelatih the Blues.

Kembali ke puncak klasemen
Di sisi lain, sukses merebut kembali posisi puncak Liga Primer tidak membuat Liverpool jemawa. ‘Si Merah’ berhak kembali menduduki posisi teratas setelah menang atas tuan rumah Fulham.

Penalti James Milner pada menit ke-81 menjadi penentu kemenangan 2-1 Liverpool dalam laga di Craven Cottage tersebut. Satu gol Liverpool lainnya disumbang Sadio Mane (26’), sedangkan gol balasan Fulham dice­tak Ryan Babel (74’).

Tiga poin tambahan membuat Liver­pool kini memiliki poin 76, ung­gul dua poin atas Manchester City yang turun ke posisi kedua. Namun, City masih memiliki satu laga sisa.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp mengaku senang dengan kemenangan yang diraih tim asuhannya. Namun, pelatih asal Jerman itu mengaku tidak puas dengan penampilan para pemainnya. 

Saat menghadapi Fulham yang berada di posisi ke-19, Liverpool memang terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Licinnya lapang­an akibat hujan yang mengguyur serta faktor kelelahan pemain setelah tampil di Liga Champions menjadi penyebab kurang menggigitnya penampilan Mohamed Salah dan kolega.  

Mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut memang pantas khawatir. Pasalnya, City yang menjadi pesaing utama perebutan trofi di Liga Primer terus menunjukkan penampilan yang konsisten. 

“City sepertinya tidak akan kehilangan poin di laga-laga selanjutnya. Karena itu, kami harus terus meraih kemenangan demi kemenangan. Itulah tugas kami,” tegas Klopp. (AFP/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya