Guardiola Sebut Merasa Sukses di City Jika Bisa Juara Liga Champi

Antara
16/3/2019 17:45
Guardiola Sebut Merasa Sukses di City Jika Bisa Juara Liga Champi
(Paul ELLIS / AFP)

PEP Guardiola menyebut kariernya di Manchester City kemungkinan akan dinilai berdasarkan apakah ia sukses di Liga Champions atau tidak.    

Pelatih asal Spanyol itu menetapkan target yang tinggi bagi dirinya sendiri setelah sebelumnya memimpin Barcelona dua kali meraih Liga Champions.    

Sedangkan karier melatihnya di Bayern Munchen dianggap mengecewakan karena tiga kali hanya menjadi semifinalis Liga Champions, meski mempersembahkan tiga gelar Bundesliga dan dua DFB Pokal.   

Kariernya di City juga cukup cemerlang dengan memenangkan gelar Liga Primer Inggris dan dua kali Piala Liga. Tetapi, Guardiola menetapkan kompetisi Eropa sebagai barometer apakah ia sukses atau gagal di klub tersebut.   

"Saya dinilai (sukses atau tidak) di Muenchen dari hasil di Liga Champions sehingga saya akan dinilai seperti itu juga di sini," kata Guardiola seperti dikutip Sky Sports pada Jumat (15/3) waktu setempat.    

Baca juga: Lupa Tugas Pekerjaan Rumah

"Karier saya di Muenchen tidak bagus bagi kebanyakan orang karena kami tidak sekali pun mencapai final (Champions). Kami hanya mencapai semifinal, tetapi tidak sampai final," ujarnya.    

"Jadi, saya pria yang beruntung. Standar saya tinggi. Saya harus mencapainya," tambahnya.    

Komentar tersebut muncul usai Guardiola mengetahui timnya akan menghadapi sesama tim Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur di perempat final Liga Champions mulai bulan depan.    

Ia mengakui penilaian semacam itu adalah harga yang harus dibayar atas kesuksesannya, tetapi ia masih percaya bahwa hal itu tidak adil.    

Guardiola telah memenangkan tiga gelar Bundesliga, tetapi gagal memberikan Bayern trofi Liga Champions.   

"Ketika Anda berada di posisi kami saat ini, saya tidak banyak mengeluh. Saya cukup yakin penggemar kami mengetahuinya,"; ujar pelatih berusia 48 tahun tersebut.    

"Ketika saya berbicara dengan bos saya, CEO, direktur olahraga, orang-orang di sini tahu dan mereka memuji apa yang telah kami lakukan dalam dua musim terakhir. Pada akhirnya, itu adalah hal terpenting."    

"Setelah itu, semua orang bisa menilai apakah kami gagal atau tidak. Bila kami tidak memenangkan Liga Champions, pekerjaan kami selama tiga musim, setiap tiga hari, adalah kegagalan atau bencana. Saya sepenuhnya tidak setuju, tetapi apa yang bisa saya katakan? Terima dan move on," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya