Pelajaran Berharga di Emirates

(AFP/Goal.com/R-1)
12/3/2019 06:40
 Pelajaran Berharga di Emirates
(AFP IKIMAGES)

 MODAL penampilan luar biasa saat menyingkirkan PSG di Liga Champions ternyata belum cukup bagi Manchester United untuk meraih hasil positif di Stadion Emirates, kandang Arsenal. Dalam lanjutan Liga Primer, kemarin, 'Setan Merah' harus mengakui keunggulan tuan rumah.

Lebih mendominasi pertandingan dan beberapa kali mendapat peluang mencetak gol, 'Setan Merah' akhirnya menyerah 0-2. Dua gol kemenangan the Gunners dicetak Granit Xhaka di menit ke-12 dan penalti Pierre-Emerick Aubameyang (69') menyusul pelanggaran Fred terhadap striker Arsenal Alexandre Lacazette di kotak terlarang.

"Kami menciptakan lebih banyak peluang jika dibandingkan dengan saat kami mengalahkan Arsenal di Piala FA. Namun, hasil akhir pertandingan berbeda," kata Solskjaer.

Menurut pelatih asal Norwegia itu, sulit diterima saat tim bermain menyerang dan menciptakan banyak peluang, tetapi berakhir dengan kekalahan. "Kadang-kadang itu terjadi, kami membentur tiang gawang dua kali dan memiliki lima peluang yang sangat besar," paparnya.

Kegagalan mendapat poin dari Arsenal juga disesali Solskjaer karena tim besutannya kini terlempar dari zona Liga Champions. Manchester United kini menempati peringkat kelima dengan 58 poin, digeser Arsenal yang menempati peringkat keempat dengan 60 poin.

"Namun, masih banyak sisa pertandingan musim ini. Kami harus memanfaatkan itu dengan baik," ungkap Solskjaer.

Di kubu Arsenal, kemenangan atas Manchester United menjadi modal besar untuk melakoni sisa laga musim ini. Terlebih Chelsea dan Tottenham Hotspur, dua pesaing lain dalam perebutan tiket ke Liga Champions, gagal meraih kemenangan di pekan ke-30.

"Kami senang untuk meraih kemenangan dan ini terasa sangat penting menimbang hasil yang diraih Tottenham dan Chelsea. Kami sudah belajar dari kesalahan yang kami perbuat saat kalah dari Manchester United di Piala FA," jelas Granit Xhaka.

"Tiga poin ini menunjukkan kami jalan. Laga ini merupakan pertaruhan besar dan kami tidak punya banyak laga tersisa. Namun, kami butuh tiga poin ini untuk berada di empat besar," imbuhnya.

Dalih Sarri

Pelatih Chelsea Maurizio Sarri menilai keputusan mengubah sistem permainan menjadi penyebab kegagalan tim asuhannya merebut poin maksimal saat menjamu Wolverhampton. Bermain di kandang, Stamford Bridge, Chelsea hanya bermain 1-1.

Sebelumnya, mantan pelatih Napoli itu dikenal sebagai sosok yang teguh pada satu sistem permainan yang dikenal dengan sebutan Sarri-ball. Namun, menghadapi Wolverhampton, Sarri memberanikan diri mengubah sistem permainan Chelsea dengan menerapkan formasi 4-2-3-1.

Perubahan taktik itu, diakui Sarri, tidak berjalan efektif dan menjadi bumerang bagi timnya. Menurutnya, karakter pemain tidak memadai untuk mengakomodasi sistem 4-2-3-1 sehingga Chelsea tak mampu bermain secara optimal.

"Masalahnya bukan pada sistem, melainkan cara kami bermain. Kami perlu menggerakkan bola dengan lebih cepat. Kami tidak bisa memainkan lima sampai enam sentuhan, sangat sulit mencetak gol," ujarnya. (AFP/Goal.com/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya