Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu kelemahan utama tim nasional Indonesia saat ini ialah tumpulnya lini depan. Hal itu karena minimnya stok striker lokal yang berkualitas lantaran klub-klub lebih suka memakai jasa striker asing.
Tidak mengherankan jika pada setiap pelatnas sepak bola, semua pelatih timnas selalu kesulitan dalam meracik tim, terutama di lini depan. Situasi itu pula yang kini dialami pelatih timnas senior Simon McMenemy.
Itu sebabnya, pelatih asal Skotlandia itu berencana untuk menggaet pelatih striker. Hal itu untuk membantu dia dalam mengasah ketajaman para striker.
Mantan pelatih Bhayangkara itu percaya Indonesia sejatinya punya banyak striker bertalenta. Hanya selama ini bakat dan feeling mereka kurang terasah karena kerap ditepikan. Karena itu, dia sudah membahas masalah tersebut dengan PSSI.
"Saya dan PSSI sudah ber-diskusi strategi untuk hal itu, saya membahasnya sekitar tiga sampai empat pekan tentang kemungkinan pelatih striker. Seseorang yang bisa bekerja harian dan tak perlu sepenuhnya dengan tim, bisa bekerja dengan grup pemain," ucapnya.
"Saya pikir PSSI dan saya punya pemahaman yang sama soal ini. Jadi saya berencana untuk mengundang delapan striker yang nantinya akan dilatih pelatih striker yang berpengalaman. Hal ini masih dibahas, tapi saya pikir ke-mungkinan ke sana besar."
Pelatih striker tersebut, kata dia, amat mungkin pelatih asing. Hal itu sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas striker timnas ke depannya. Namun, ia belum bisa memberi kepastian.
"Sebenarnya kita tak butuh (harus asing), tapi saya pikir itu (pelatih asing) akan membantu. Kami tidak butuh karena kami punya banyak pelatih bagus. Tapi jika kita punya ilmu dari seseorang di luar sebagai pelatih striker, itu akan memudahkan saya untuk bisa fokus ke hal yang lain. Ini seperti asisten untuk saya, dan saya pikir ini akan sangat membantu," ujarnya.
Butuh amunisi
Sementara itu, para pemain timnas U-23 Indonesia menyambut gembira akan bergabungnya Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani. Pasalnya, mereka memang masih membutuhkan tambahan amusisi sebelum berjibaku pada kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam.
"Bagus ya, mereka datang supaya bantu tim. Mereka datang, bagus, biar tim banyak pilihan pemain. Semoga ilmu yang mereka dapatkan bisa diterapkan di timnas U-23 Indonesia," ujar striker Osvaldo Haay.
Hal senada dikatakan gelandang Hanif Sjahbandi. Menurut dia, mereka memang harus menambah kekuatan dan melakukan persiapan dengan matang. Pasalnya, dua calon lawan, yakni Thailand dan Vietnam, yang mereka kalahkan di Piala AFF U-22 2019 lalu belum menurunkan kekuatan terbaik.
"Pemain-pemain Thailand dan Vietnam, yang saya tahu kemarin tidak main (di Piala AFF U-22). Saya melihat di media sehingga kami belum melihat kekuatan asli mereka seperti apa. Yang saya tahu, mereka pasti mengeluarkan pemain terbaik," kata Hanif.
Skuat racikan Indra Sjafri mengalahkan Vietnam 1-0 di semifinal dan Thailand 2-1 di final Piala AFF U-22 lalu. Pada kualifikasi Piala Asia U-23, Indonesia akan kembali berhadapan dengan kedua negara tersebut, serta Brunei Darussalam di Grup K.
"Sebagai pemain kami harus tetap fokus dan meningkatkan diri," ujarnya. (Ant/Goal/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved