Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNGKAPAN ‘tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola’ kembali dibuktikan Manchester United. Tim berjuluk ‘Setan Merah’ itu berhasil bangkit dari kekalahan 0-2 di leg pertama untuk kemudian menang 3-1 di leg kedua di Parc des Princes, kemarin dini hari WIB.
Alhasil tim asuhan Ole Gunnar Solskjær itu berhak melaju ke babak perempat final berkat keunggulan gol tandang meski skor argregat kedua tim sama kuat 3-3. Mereka pun membuat sejarah dengan menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan keadaan setelah mengalami defisit dua gol di kandang pada leg pertama.
Hebatnya lagi kemenangan itu didapat the Red Devils ketika kondisi mereka tidak utuh. Selain sejumlah pilar utama cedera, mereka juga kehilangan jenderal lapangan tengah Paul Pogba yang terkena larangan bermain karena kartu merah di laga sebelumnya.
“Kami selalu percaya, itulah masalahnya. Rencana awalnya ialah untuk mendapatkan gol pertama, berada dalam pertandingan dengan 5 atau 10 menit lagi, dan kami berhasil,” kata Solkjaer seusai pertandingan.
Menurut dia, memenangi laga di kandang PSG dengan beban kalah 0-2 bagi sebagian orang merupakan hal yang mustahil. Namun, bola itu bundar sehingga selalu ada kesempatan menang.
“Tentu saja kami menyukai diri sendiri. Kami bisa terus maju, tetapi kami hanya harus menunggu hasil imbang dan kemudian mengikuti pertandingan,” kata juru taktik asal Norwegia itu lagi.
“Melihat di mana kami datang, dengan 10 pemain utama cedera juga, ini sebuah pencapaian yang luar biasa dan kami semua gembira. Ini pengalaman di antara pengalaman-pengalaman terbaik karena bagaimana kami dicoret dari leg pertama,” timpal penyerang MU Ashley Young.
Bukan trauma
Di sisi lain, kekalahan dari MU itu membuat Paris Saint Germain untuk ketiga kali secara beruntun gagal mencapai perempat final Liga Champions. Mereka bahkan disebut-sebut masih trauma dengan kegagalan musim lalu.
Ketika itu PSG sepertinya sudah hampir lolos ke perempat final berkat kemenangan 4-0 di leg pertama atas Barcelona. Namun, PSG yang kala itu dibesut Unai Emery luluh lantak dihancurkan Barca di Camp Nou dengan skor 1-6 sehingga terdepak dengan agregat 5-6.
“Bagi saya, masalah yang ada pada hari ini ialah cara kami memulai bukanlah cara yang tepat untuk memulai pertandingan. Kami memang menunjukkan reaksi sempurna, kami sama sekali tidak cemas, kami sepenuhnya menguasai bola, punya banyak peluang dan tidak tertekan atau terancam karena serangan balik,” tegas arsitek PSG Thomas Tuchel.
Lebih lanjut ia juga memaklumi jika para fan atau pemain kecewa dan frustrasi dengan kakalahan tersebut. “Terkadang Anda menggunakan kata-kata yang kamu ambil beberapa jam kemudian. Kamu lihat, dia sangat ingin membantu kita,” tutupnya.
Sebelumnya, bintang PSG Neymar yang absen dalam laga itu akibat cedera memang menyesali kegagalan tersebut. Ia pun me-nyalahkan wasit yang memimpin pertandingan. (AFP/UEFA/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved