Roma Jadikan VAR Kambing Hitam

(AFP/Mln/R-3)
08/3/2019 03:30
Roma Jadikan VAR Kambing Hitam
( PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

NASIB buruk sepertinya masih akrab dengan AS Roma. Seusai dipecundangi 0-3 oleh rival sekota, Lazio, kemarin dini hari WIB Il Lupi kembali harus menelan pil pahit.

Kali ini tim besutan Eusebio Di Francesco itu tersingkir di babak 16 Liga Champions seusai dikalahkan FC Porto 1-3 pada leg kedua di Estadio do Dragao yang membuat mereka kalah agregat 3-4. Namun, yang membuat kubu Roma meradang ialah kekalahan itu terjadi karena keputusan wasit dalam menggunakan VAR (video assistant referee).

Insiden itu terjadi pada saat perpanjangan waktu. Ketika itu pemain Roma, Patrick Schick, dilanggar Marega di kotak penalti. Wasit Cuneyt Cakir yang memimpin laga sempat meninjau lewat VAR. Namun, ia memutuskan hal itu bukan pelanggaran dan tidak memberi Roma hadiah penalti. Alhasil ­Gialorossi pun kalah 1-3 dan harus tersingkir dari kompetisi kasta tertinggi di Eropa tersebut.

“Tahun lalu kami meminta VAR di Liga Champions karena kami mendapat kekacauan di semifinal, dan malam ini mereka mendapat VAR dan kami tetap dirampok,” tegas Presiden Klub Roma, James Pallotta, merujuk ke laga semifinal 2018 saat Roma disingkirkan Liverpool.
“Patrick Schick jelas dijatuhkan di kotak penalti, VAR memperlihatkannya, dan tidak ada apa pun diberikan. Saya lelah dengan omong kosong ini,” ujarnya.

Berbeda dengan sang presiden, kapten Roma, Daniele De Rossi menyebut wasitlah biang kerok kekalahan mereka, bukan VAR. “Musim lalu kami seharusnya masuk final jika ada VAR. Buat saya itu terjadi karena kesalahan manusia.” 

Sang pelatih, Eusebio Di Francesco, memilih diam. Ia memilih tidak menghadiri konferensi pers sebagai protes meski hal itu membuatnya terancam didenda. “Pelatih sama kecewanya dengan kami,” ujar Diego Perotti. (AFP/Mln/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya