Tuchel Maklumi Kemarahan Neymar

Cahya Mulyana
07/3/2019 18:00
Tuchel Maklumi Kemarahan Neymar
(AFP)

BINTANG Brasil yang absen membela Paris Saint-Germain saat klub Ligue 1 itu takluk dari Manchester United (MU), Neymar, mengecam keputusan wasit yang diambil setelah melihat video assistant referee (VAR).

Neymar bersikeras Setan Merah tidak berhak mendapatkan penalti yang menyebabkan klubnya kehilangan tiket ke 8 besar Final Champions itu

Kesempatan di menit akhir itu dimaksimalkan Marcus Rashford dengan mengonversi eksekusi penalti untuk memastikan Manchester United menang 3-1 di laga leg kedua 16 besar Liga Champions dan lolos ke perempat final dengan keunggulan produktivitas gol tandang.

Neymar menilai eksekusi penalti itu seharusnya tidak terjadi karena keputusan terbaik adalah sepak pojok.

Baca juga: Kalah dari MU, PSG Tiga Kali Beruntun Gagal ke Perempat Final

"Ini memalukan. Mereka mendapatkan empat orang yang tidak mengerti sepak bola untuk menonton ulangan gerak lambat di depan TV," ujar Neymar, yang masih dibekap cedera dan menyaksikan pertandingan dari tribun Stadion Parc des Princes, seperti dilansir AFP, Kamis (7/3).

Pelatih PSG Thomas Tuchel mengatakan dia bersimpati dengan sikap frustrasi Neymar dan menganggap kata-katanya wajar.

"Terkadang kamu menggunakan kata-kata yang kamu ambil beberapa jam kemudian. Kamu lihat, dia sangat ingin membantu kita," tutupnya.

PSG untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal mencapai perempat final Liga Champions. Padahal tim besutan Thomas Tuchel ini sempat berhasil keluar dari group neraka yang diisi Liverpool dan Napoli namun tak mampu melanjutkan ke babak 8 besar. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya