Indra masih Berburu Pemain

Cahya Mulyana cahya@mediaindonesia.com
06/3/2019 09:00
 Indra masih Berburu Pemain
(. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/a)

TIM nasional U-23 Indonesia mulai melakukan persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U-23. Salah satunya ialah dengan melakukan uji tanding melawan klub Liga 1 Bali United pada 17 Maret nanti.

Diungkapkan pelatih timnas U-23 Indra Sjafri, duel melawan tim berjuluk 'Serdadu Tridatu' itu akan menjadi uji tanding terakhir mereka dan sekaligus memastikan tim inti yang akan bertolak ke Vietnam.

"Sabtu (9/3) nanti kami ada internal game. Setelah itu minggu kedua ada uji coba dengan tim lokal, mungkin klub Liga 1," kata Indra Sjafri.

"Untuk pemangkasan pemain lihat saja. Yang pasti lawan Bali United sudah skuat pasti dan hanya 23 pemain yang saya bawa," ucapnya.

Menurut Indra, pihaknya masih memantau pemain lain di luar 23 pemain yang menjuarai Piala AFF U-22 2019 lalu. Dari tujuh nama yang dipanggil, tiga masih sibuk di klub masing-masing.

Mereka yang belum hadir di pemusatan latihan (TC) timnas saat ini, yakni Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk), Saddil Ramdani (Pahang FA), dan Ezra Walian (RKC Waalwijk).

"Tinggal yang dari luar negeri (yang belum bergabung). Egy tanggal 12 berangkat dari sana, berarti 13 akan datang di sini. Jadi, uji coba ke Bali sudah bisa ikut," ucap Indra.

Sementara itu, untuk Saddil, kemungkinan sudah bergabung pada 8 Maret nanti. Sayangnya, Indra belum tahu bagaimana kepastian dari Ezra yang berada di Belanda, dan diharapkan ikut Piala Asia U-23 2020 mendatang.

"Ezra tidak tahu, entah di mana dia. Tidak ada kabar soalnya. Saya sudah memberikan dua kali kesempatan kepada dia. Jika pekan ini tidak ada juga, dia out," tegasnya.

Indra harus memilih 23 pemain terbaik untuk Pra-Piala Asia U-23, yang dise-lenggarakan Maret ini di Vietnam. Pada ajang tersebut, Indonesia bersaing dengan Vietnam, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Siap bersaing

Bomber belia eks Bali United U-19, Mahir Radja Djamaoeddin, mengaku senang bisa mengikuti pemusatan latihan timnas U-23. Meski baru masuk, ia bisa mengikuti ritme latihan yang digelar Indra Sjafri.

"Pastinya harus siap, senang. Ada senangnya juga, ada bangga bisa dipanggil bela negara. Walau di sini saya harus ikuti ritme mereka (skuat U-22)," katanya seusai mengikuti pemusatan pelatihan di Lapangan Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, adaptasi dengan agenda dan pemain U-22 tidak terlalu sulit, pasalnya secara usia sangat dekat. Dengan begitu hubungan emosi dan kekompakan seiring berjalan waktu bisa bertumbuh.

"Ini pertama kali sama coach Indra. Beliau baik dan sudah enak. Dia bantu kita sebagai pemain," jelasnya.

Ia mengatakan target meng-ikuti seleksi masuk 23 pemain yang akan diboyong ke Vietnam merupakan hal utama. Meski begitu, selama sesi pemusatan latihan dirinya akan mengeluarkan seluruh kemampuan supaya bisa terlihat oleh pelatih.

"Kasih yang terbaik, untuk target sajalah kalau itu. Biar pelatih nanti yang atur," pungkasnya.

Pada bagian lain, manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, mengaku senang pemainnya dipanggil ke timnas. Pasalnya, sejak awal, Bhayangkara memang berkomitmen menelurkan banyak pemain muda. Bhayangkara tercatat menyumbang enam pemain di timnas U-23. Mereka ialah Awan Setho, Nurhidayat, Sani Rizki, Bagas Adi, Mahir Radja, TM Ichsan. (R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya