Sentuhan Emas si Anak Kampung

(Sat/R-2)
02/3/2019 03:20
Sentuhan Emas si Anak Kampung
(DOK. INSTAGRAM)

GELANDANG tim nasional U-22 Indonesia Sani Rizki seperti mendapatkan durian runtuh. Rezeki yang menumpuk, naik jabatan, dan nama besar didapatkan berkat momen satu malam.

Pesepak bola 21 tahun itu sontak menjadi sorotan publik seusai menjadi bagian penting timnas U-22 Indonesia saat menjuarai Piala AFF U-22 2019 di Kamboja, Selasa (26/2) lalu. Sani ketika itu mencetak gol penyeimbang sekaligus menjadi kunci kebangkitan ‘Garuda Muda’, julukan timnas U-22 Indonesia.

Catatan tersebut sekaligus menjadi gol pertama Sani di level tim nasional. Sejak saat itu namanya kemudian dielu-elukan.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikan hasil bagi kami. Ke depannya, kami berharap dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Sani.

Boleh jadi tidak banyak orang mengenal sosok Sani sebelumnya. Bahkan, pamornya di timnas U-22 Indonesia tertutup oleh talenta-talen­ta lain, seperti Witan Sulaeman, Gian Zola, atau Marinus Wanewar. Ia pun bukan pilihan utama.

Akan tetapi, klaim Asisten Head of Delegation timnas U-22 Indonesia Sumardji bahwa Sani sebagai pembawa hoki bukan isapan jempol. Ketika pemain milik Bhayangkara FC itu bermain, timnas U-22 Indonesia selalu mengakhiri laga dengan kemenangan. Sani mulai mendapatkan kesempatan bermain sejak laga ketiga melawan tuan rumah Kamboja dan selalu menjadi pilihan pertama hingga laga puncak di gelar.

Sani merupakan pemain bertipikal gelandang pengangkut air dengan stamina tak terbatas. Pergerakannya sangat cair mengisi kekosongan lini tengah ketika transisi menyerang ke bertahan atau sebaliknya. Perannya pun sangat sentral untuk menyeimbangkan lini tengah.
Pada akhirnya kerja kerasnya tidak membohongi hasil. Saat ini Sani telah memiliki segalanya untuk menjadi sosok besar. Meski begitu, tidak ada sepercik kesombongan yang tampak di wajahnya.

“Jujur saja saya ini hanya orang kampung. Tapi saya punya tekad. Alhamdulillah berkat doa dan dukungan orangtua, keluarga, serta pelatih telah membantu saya.”

Tugas Sani untuk membela panji ‘Merah Putih’ belum berakhir. Ia akan segera kembali bergabung dengan timnas U-22 Indonesia untuk bersiap menghadapi dua agenda prestisius lainnya, yakni babak kualifikasi Piala AFC U-23 2020  dan SEA Games Filipina 2019. (Sat/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya