Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLETICO Madrid sekali lagi membuktikan bahwa mereka tim penggembira di Liga Champions. Hal itu dibuktikan tim besutan Diego Simeone itu dengan membuat terkapar Juventus pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Saat menjamu ‘si Nyonya Tua’ di Wanda Metropolitano, kemarin dini hari WIB, Los Rojiblancos menang dua gol tanpa balas. Kedua gol Los Colchoneros--julukan lain Atletico-- dalam laga itu dicetak Jose Maria Gimenez di menit 78 dan Diego Godin menit 83.
Sayangnya, kesuksesan Atletico itu sedikit ternoda dengan aksi arsitek mereka, Simeone. Juru taktik asal Argentina itu diketahui melakukan selebrasi gol pertama timnya dengan tak senonoh, yakni memegang alat vitalnya.
Gol Gimenez itu terjadi tidak lama setelah wasit menganulir gol Alvaro Morata seusai melihat VAR. Itu sebabnya Simeone seperti tidak kuasa menahan emosinya saat menyambut gol Gimenez. Ia tampak menaruh kedua tangan di selangkangannya dan mengarahkannya ke penonton.
Simeone sudah meminta maaf atas aksinya itu. Menurut arsitek berusia 48 tahun itu, aksinya tidak ditujukan untuk lawan dan ia mengaku terbiasa melakukannya saat masih menjadi pemain.
“Saya pernah melakukannya saat membela Lazio melawan Bologna. Aksi itu bukan untuk lawan, melainkan untuk suporter kami. Sekadar untuk menunjukkan bahwa kami punya banyak keberanian,” tuturnya.
“Memang itu bukan gestur yang sopan. Namun, saya seperti harus melakukannya karena ini ialah laga yang sangat sulit. Butuh keberanian untuk memainkan Diego Costa dan Koke setelah keduanya absen selama satu bulan terakhir. Saya harus menunjukkan apa yang saya rasakan. Saya juga meminta maaf jika ada yang tersinggung, tapi saya melakukannya dari hati,” lanjutnya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, kemenangan di Madrid itu bisa menjadi modal penting bagi Atletico untuk menghadapi leg kedua nanti di Turin. “Pertarungan belum selesai, masih ada satu laga. Kami harus siap menderita lagi melawan mereka,” ujar Simeone.
“Kami tahu Juventus ialah tim hebat dan kami sudah tahu bahwa kami harus mengerahkan semua kemampuan. Saya senang bisa membantu tim dengan gol itu. Namun, masih ada 90 menit yang harus dijalani (di Turin) dan itu akan jauh lebih sulit. Saya pikir peluang kedua tim masih terbuka,” timpal Gimenez.
Belum kiamat
Di sisi lain, arsitek Bianconeri, Massimiliano Allegri, mengaku bersyukur timnya tidak mengalami kekalahan yang lebih telak. Dengan skor tertinggal 0-2, dia percaya timnya masih bisa mengejar saat bermain di leg kedua.
“Kami beruntung tidak sampai kebobolan gol ketiga atau keempat. Skor 0-2 itu hasil yang masih mungkin bisa dibalikkan. Peluang kami belum habis. Kami tidak lantas kiamat hanya karena kalah 0-2 di Madrid. Apalagi, kami akan menghadapi leg kedua di kandang.”
Hal senada dikatakan penyerang Juve, Federico Bernardeschi. Menurutnya, jika ingin lolos, mereka harus bisa membalas kekalahan itu di Turin. (AFP/UEFA/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved