Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL 1-1 melawan Myanmar di laga pembuka penyisihan Grup B Piala AFF U-22 membuat Indonesia tidak memiliki pilihan selain meraih kemenangan di laga kedua. Tiga poin dari Malaysia dalam laga di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, hari ini, menjadi wajib diraih 'Garuda Muda' untuk menjaga asa lolos ke semifinal.
Pentingnya kemenangan atas Malaysia disadari betul pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri. Ia mengaku akan menyiapkan strategi khusus saat melawan Malaysia untuk bisa meraup poin maksimal.
Mantan pelatih Bali United tersebut menegaskan akan melakukan rotasi pemain. "Ada pergantian pemain untuk posisi yang kami rasa cocok untuk melawan Malaysia. Jadi, mungkin rotasi akan kami lakukan," ungkap Indra.
Namun, ditegaskannya, pergantian pemain yang akan dilakukan bukan sebuah eksperimen, melainkan lebih kepada kebutuhan tim menghadapi Malaysia. "Yang pasti kami optimistis. Kami juga sudah beberapa kali melawan Malaysia," imbuh Indra.
Indra belum sekalipun meraih kemenangan atas Malaysia. Tiga kali imbang dan dua kali kalah menjadi catatan Indra saat meladeni tim Negeri Jiran itu. Kekalahan teraktual terjadi pada semifinal Piala AFF U-19 2018 lewat adu penalti, di Sidoarjo, Jawa Timur, Juli tahun lalu.
"Posisi kami sekadang punya satu poin karena kemarin draw, sedangkan mereka kalah. Kedua, kemarin kami main sore dan mereka main malam, keuntungan-keuntungan itu kami hitung," jelas Indra.
Dengan target meraih kemenangan, permainan menyerang menjadi pilihan yang paling mungkin diterapkan Indra. Duet Osvaldo Ardiles Haay dan Todd Rivaldo Ferre menjadi pilihan terbaik akan dimainkan sejak awal laga.
Keduanya diharapkan bisa menjadi penyuplai bola ke barisan depan yang mungkin akan diisi duet Muhammad Dimas Drajad dan Marianus Wanewar. Sementaar itu, barisan belakang akan tetap dipercayakan kepada Andy Setyo Nugroho dan Samuel Christianson sebagai palang pintu pertahanan.
"Melawan Myanmar kami kurang maksimal memanfaatkan peluang. Mungkin salah satunya karena kurang suplai dan saya sendirian di depan. Semoga melawan Malaysia kami bisa mendapat tiga poin," ungkap Dimas.
Tanpa striker utama
Kemenangan juga menjadi hal wajib bagi Malaysia setelah kalah 0-1 dari Kamboja di laga pembuka. Keharusan meraih kemenangan membuat 'Pasukan Harimau Malaya Muda', julukan timnas U-22 Malaysia, diprediksi bakal tampil menekan sejak awal.
Pelatih Ong Kim Swee mengakui kekalahan dari Kamboja membuat Malaysia memikul tekanan berat. Untuk membuka peluang ke babak berikutnya, Kim Swee mengakui tidak punya pilihan selain menang atas Indonesia.
Namun, Malaysia dipastikan tidak bisa menurunkan kekuatan terbaik. Striker utama Raj Kogileswaran tidak bisa tampil akibat cedera dan Danial Haqim Draman harus absen akibat kartu merah yang diterima saat melawan Kamboja.
"Kami punya masalah di lini tengah dengan absennya Draman. Saya akan melakukan perombakan tim, tapi kami sudah menyiapkan pemain untuk posisi itu," tandas Kim Swee. (Goal.com/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved