Saling Jegal Dua Klub Ibu Kota Spanyol

M Taufan SP Bustan
18/2/2019 02:50
Saling Jegal Dua Klub Ibu Kota Spanyol
(AFP/GABRIEL BOUYS)

REAL Madrid menyia-nyiakan peluang untuk merebut kembali posisi kedua dari tangan rival sekotanya Atletico Madrid. Hal itu terjadi setelah mereka dikalahkan Girona 1-2, kemarin.

Ironisnya lagi kekalahan itu terjadi di kandang mereka sendiri, Santiago Bernabeu. Saat menjamu Blanquivermells--julukan Girona, tim besutan Santiago Solari itu diprediksi bakal menang mudah dan sekaligus merebut kembali posisi kedua klasemen sementara La Liga dari tangan Atletico yang mengudeta mereka pada Sabtu (16/2) berkat kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano.

Namun, alih-alih merealisasikan ekspektasi tersebut, Los Blancos justru terjungkal. Girona yang datang sebagai tim semenjana justru menghadirkan petaka. Alhasil, rentetan hasil positif mereka dalam beberapa laga terakhir pun terhenti. Mereka juga harus menerima kenyataan, selisih dengan pemuncak klasemen Barcelona yang sebelumnya tinggal enam poin, kini kembali melebar menjadi sembilan poin.

Selain itu, yang paling mengenaskan ialah dalam laga tersebut Madrid juga harus menerima kenyataan pahit. Kapten mereka Sergio Ramos diganjar kartu merah lantaran melanggar pemain lawan.

Sebaliknya bagi Girona, hasil itu menjadi kemenangan pertama mereka di Santiago Bernabeu sepanjang sejarah klub. Mereka pun untuk sementara sukses menjauhkan diri dari zona degradasi.  

Para pendukung Madrid sebenarnya sempat melambung ketika Casemiro membuat tim kesayangan memimpin pada menit ke-25 lewat tandukan kepalanya seusai memanfaatkan umpan silang Toni Kroos. Namun, mereka mulai waswas setelah Cristhian Stuani sukses mengeksekusi tendangan penalti di menit ke-65. Petaka benar-benar terjadi setelah tandukan Portu (75’) kembali menghunjam gawang Thibaut Courtois.

Kekalahan Madrid itu tentu menjadi berkah buat Atletico sebab mereka kembali menduduki posisi kedua klasemen yang sempat direbut Madrid dua pekan lalu.

“Kami selalu ingin menang, baik ketika kami bermain buruk maupun tidak. Tiap kali kami datang ke sini selalu sulit, pertandingan benar-benar sulit, hasilnya selalu tipis, tidak pernah mudah. Jadi, kemenangan itu sangat berarti dan penting buat kami,” kata arsitek Atletico, Diego Simeone.


Tidak memuaskan

Di sisi lain, ketika dua klub asal kota Madrid itu berjibaku dalam memperebutkan posisi kedua, raksasa Catalan Barcelona sukses menguatkan cengkeramannya di posisi puncak. Kesukseskan didapat Blaugrana setelah menyudahi perlawanan Real Valladolid 1-0.

Hanya, kemenangan itu tidak didapat Los Cules dengan mudah. Satu-satunya gol kemenangan Barca dalam laga itu bahkan didapat dari tendangan penalti yang dieksekusi megabintang mereka Lionel Messi pada menit ke-43. Tidak berlebihan jika arsitek Barca, Ernesto Valverde, tidak terlalu puas dengan performa tim besutannya.

“Kami tak mengalirkan bola secepat yang harus kami lakukan. Kami lebih memacu diri.” “Inilah sepak bola. Terkadang beberapa pertandingan dimenangi dengan cara seperti ini. Laga nanti (melawan Lyon di Liga Champions) akan jadi tantangan yang berbeda,” imbuhnya. (AFP/BBC/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya