Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAYUP-sayup terdengar alunan musik lagu ondel-ondel dari lapangan hijau di salah satu sudut dalam wilayah perumahan.
Sebuah panggung yang berisi alat musik lengkap ditemani dua patung ondel-ondel di sisi depan kanan dan kirinya. Warga asyik menikmati lantunan lagu Ondel-ondel dan lagu berjudul Enjoy Jakarta yang sedang dinyanyikan oleh rapper Kojek di atas panggung.
Dengan lincah, Kojek menyanyikan lirik lagu yang bertujuan mengajak masyarakat berwisata ke Jakarta itu. Sementara di sisi dalam dekat pintu masuk terdapat potret seorang pahlawan nasional dalam ukuran besar berwarna hitam putih.
Dialah Mohammad Hoesni Thamrin, pahlawan nasional dari Jakarta. Acara yang digelar siang itu ialah Festival MH Thamrin bertajuk 125 Tahun MH Thamrin: Jungkir Balik Demi Jakarta yang turut didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Acara itu bertujuan untuk menguak dukungan serta pengorbanan pahlawan nasional itu demi ibu kota.
Penggagas festival rapper Kojek atau Muhammad Amrullah menjelaskan festival sengaja digelar di Stadion VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra) Petojo guna menyosialisasikan kepada masyarakat sejarah pembangunan lapangan sepak bola VIJ yang kemudian menjadi cikal bakal klub Persija.
Memiliki garis keturunan Inggris dan Belanda, Mohammad Hoesni Thamrin justru banyak bersosialisasi dengan pribumi dan mendukung segala aktivitas untuk meraih kemerdekaan. Salah satu aktivitas tersebut ialah permainan sepak bola yang ingin diikuti oleh pribumi.
"Namun, pada saat itu warga kita dapat diskriminasi. Tidak boleh ikut liga yang dibentuk VOC, tidak boleh punya lapangan dan sebagainya. Akhirnya dia mengeluarkan uang 2000 gulden dari sakunya sendiri untuk kita supaya punya lapangan. Maka terciptalah lapangan dan klub VIJ tahun 1928 tidak lama setelah Sumpah Pemuda," ujar Kojek ditemui Media Indonesia, Sabtu (16/2).
Bermula dari lapangan tersebut kemudian klub VIJ berubah menjadi Persija pada tahun 1950. Thamrin juga dikenal sebagai Bapak Kampung. Sebabnya menurut Kojek karena Thamrin tidak malu bergaul dengan kaum pribumi atau penduduk asli Batavia saat itu.
Ia pun terinspirasi dari sikap MH Thamrin yang sangat mencintai Jakarta hingga mengorbankan harta serta waktunya guna mengangkat harkat dan martabat warga Jakarta.
Lewat festival itu Kojek beserta panitia menampilkan riwayat sejarah MH Thamrin melalui tulisan yang dipampang dalam spanduk yang dipasang di tiang-tiang dekat dengan pintu masuk stadion. Masyarakat serta pengunjung pun mudah untuk membaca tulisan tersebut.
Tidak hanya menampilkan riwayat sejarah MH Thamrin, penyelenggara juga menggelar lomba 'Stand Up Comedy' dan pertunjukan dari band yang merupakan komunitas penggemar klub Persija.
Dalam acara itu juga terdapat warga yang menjual aneka camilan dan minuman ringan khas Betawi seperti Bir Pletok. Namun, sayangnya tidak hadir penjual makanan tradisional Jakarta yang biasanya menjadi primadona di gelaran ulang tahun Jakarta yakni kerak telor.
Kojek pun berharap festival serupa yang mengangkat tema-tema budaya Betawi dan sejarah Jakarta bisa terus digelar.
"Harapannya juga agar kita bisa memberi tahu masyarakat kelebihan yang kita punya. Seperti Festival Lapangan Ikada tahun lalu kami gelar untuk memberi tahu masyarakat kalau jago-jago silat kita dulu jadi Paspampres pertama. Makanya pencak silat harus dilestarikan," tuturnya.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved