Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANCHESTER United harus menerima hasil buruk ketika menjalani laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa di kandang sendiri, Rabu (13/2) dini hari.
'Setan Merah', julukan United, kalah dengan skor 2-0 dari tamunya Paris Saint-Germain (PSG).
Manchester United menyerah akibat gol bek Presnel Kimpembe dan striker bertalenta Kylian Mbappe di babak kedua.
Akan tetapi, hasil negatif ini bukan sekedar kekalahan biasa bagi tim tuan rumah. Pasalnya sejumlah rentetan rekor buruk turut tercipta yang menambah dosa Marcus Rashford dkk.
Kekalahan lebih dari satu gol di Old Trafford menjadi catatan yang baru pertama kali dirasakan Manchester United. Rival sekota Manchester City ini tak pernah merasakan kekalahan yang sama sebelumnya.
Selain itu, PSG menjadi tim asal Prancis pertama yang menaklukan United di 'The Theater of Dreams', julukan Old Trafford. United sudah 14 kali bersua tim-tim dari Prancis di pentas Eropa dan tak pernah terkalahkan, 10 kali kemenangan dan empat seri.
Baca juga: Jenazah Sala akan Dipulangkan ke Argentina
Khusus manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer, kekalahan ini menjadi yang pertama sejak ditunjuk sebagai suksesor Jose Mourinho pada Desember lalu.
Pelatih berpaspor Norwegia ini mengukir sepuluh kemenangan dan sekali kalah sebelum dipermalukan 'Les Parisiens', julukan PSG. Ia juga menjadi manajer United kedua yang kalah di pertandingan perdana Liga Champions setelah Louis van Gaal.
Menanggapi kekalahan dan sederetan rekor buruk ini, Solskjaer masih menyimpan rasa optimis anak didiknya dapat bangkit. Manchester United kemenangan dengan margin minimal dua gol di laga leg kedua di Paris awal Maret mendatang agar lolos ke babak selanjutnya.
"Ini bukan laga yang akan menentukan baik-buruknya musim kami. Ini merupakan laga yang akan menjadi pembelajaran. Kami harus mencetak minimal dua gol dan tidak kebobolan. Sangat sulit memikirkannya, tapi kami punya keyakinan besar," kata pelatih yang juga anggota The Class of 92 Manchester United ini.
Meskipun demikian, Solskjaer secara tersirat menunjukkan rasa tidak puas dengan penampilan sejumlah pemainya. Salah satu yang paling disorot ialah performa Alexis Sanchez.
Eks pemain Arsenal ini diharapkan dapat merubah peruntungan tim di babak kedua seusai menggantikan Jesse Lingard. Namun, Sanchez malah tampil sangat buruk.
"Saya tidak bisa berbuat apapun soal Alexis. Dia harus mencari solusinya sendiri karena kita tahu dia merupakan pemain yang berkualitas," imbuhnya. (AFP/Goal/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved