Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL imbang kembali didapat timnas Indonesia U-22 dalam uji coba sebelum tampil di Piala AFF 2019. Saat menghadapi klub Liga 1 Indonesia, Arema FC, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kemarin, skuat ‘Garuda Muda’, julukan timnas U-22, harus puas bermain 1-1.
Dalam uji coba sebelumnya, timnas Indonesia U-22 yang ditangani Indra Sjafri tersebut juga harus puas dengan hasil imbang. Ketika menghadapi klub Liga 1 lainnya, Bhayangkara FC, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pekan lalu, timnas U-22 harus puas dengan hasil 2-2.
Menghadapi Arema yang tampil dengan kekuatan terbaik, timnas U-22 mampu meredam permainan menyerang yang diperagakan lawan. Bahkan, sesekali, pemain timnas U-22 mampu memberi ancaman kepada barisan belakang Arema FC.
Timnas U-22 bahkan mampu unggul lebih dulu saat laga memasuki menit ke-71 melalui tendangan Hanif Sjahbandi dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Kartika Aji. Gol tersebut membuat pemain Arema tersentak. Tekanan yang terus dilakukan Hamka Hamzah dan kolega berbuah gol setelah tendangan Robert Lima Guimaraes empat menit jelang laga usai membuat gawang timnas U-22 yang dikawal Satria Tama Hardianto bergetar dan mengubah skor menjadi 1-1.
Indra Sjafri mengaku cukup puas dengan penampilan tim asuhannya. Menurutnya, apa yang dia inginkan sebelum uji coba terkabulkan dalam uji coba kali ini.
Sebelum pertandingan, Indra menginginkan anak asuhnya mendapatkan banyak tekanan dari penonton dan Arema. Hasilnya, selama 90 menit timnas U-22 memang kesulitan mengembangkan permainan.
“Saya ingin selama 90 menit Arema menekan karena ini penting bagi kami sebelum berangkat ke Kamboja. Kami akan bermain melawan tuan rumah dan mungkin saja akan mendapatkan tekanan yang sama,” kata Indra.
Satu hal yang disoroti Indra Sjafri ialah kedalaman tim asuhannya dalam bertahan. Menurutnya, ada sedikit kesalahan yang harusnya bisa diminimalisasi.
“Pemain melakukan satu kesalahan dan itu langsung berbuah gol Arema. Sama seperti melawan Jepang (Piala Asia U-19 2018), kami sudah berusaha menutup semua ruang, dan mereka bisa shooting jarak jauh dan menjadi gol. Hal-hal seperti ini harusnya bisa dikurangi lagi,” terangnya.
Manajer timnas U-22 Iwan Budianto menyatakan uji coba melawan tim yang levelnya di atas akan membuat kemampuan para pemain meningkat.
“Sebelumnya, kami melawan Bhayangkara yang merupakan juara Liga 1 2017, kemudian melawan Arema dengan skuat yang tidak banyak berubah,” jelasnya.
Jadwal dadakan
Setelah Arema, timnas U-22 akan melakoni uji coba melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, besok. Manajer Madura United Haruna Soemitro mengatakan ‘Laskar Sape Kerrab’, julukan Madura United, memang tidak dijadwalkan beruji coba dengan timnas U-22.
“Ini (uji coba melawan timnas U-22) memang tidak dijadwalkan sebelumnya. Kemarin, saya bertemu dengan perwakilan timnas di Malang. Mereka menawari uji coba dan langsung saya terima,” ungkap Haruna. (Ant/Goal.com/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved