Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEUNTUNGAN bermain di kandang, Stadion Camp Nou, gagal dimanfaatkan Barcelona untuk meraih kemenangan atas Real Madrid. Laga El Classico di pertemuan pertama semifinal Copa Del Rey kemarin tersebut berakhir 1-1.
Los Blancos, julukan Madrid, lebih dahulu unggul berkat gol cepat Lucas Vazquez di menit keenam. Gol balasan tim tuan rumah dicetak rekrutan anyar Barcelona musim ini, Malcom, menit ke-58.
Walau hanya meraih hasil imbang, pelatih Barcelona Ernesto Valverde tak terlalu risau dengan peluang tim besutannya lolos ke final. Untuk lolos ke laga puncak, Barcelona minimal harus bermain 2-2 di kandang Madrid pada laga kedua, 28 Februari mendatang.
Valverde menilai masih cukup waktu bagi Barcelona mempersiapkan diri menghadapi Madrid di Santiago Bernabeu. “Kami dipaksa untuk mencetak gol di sana, itu keharusan. Namun, masih ada banyak laga sebelum pertandingan kedua. Kami harus menenangkan diri dan punya banyak waktu untuk bersiap,” kata Valverde.
Kegagalan Barcelona menaklukkan Madrid disebabkan kondisi yang dialami Lionel Messi. Pemain 31 tahun itu baru masuk ke lapangan di menit ke-63. Messi sebelumnya mengalami cedera otot paha seusai laga melawan Valencia pekan lalu.
Diturunkannya Messi juga menjadi keputusan krusial Valverde dengan tingkat risiko tinggi. Jika salah perhitungan, Messi bisa saja mengalami cedera lebih parah. Namun, Valverde menyebut keputusan menurunkan Messi telah melalui pertimbangan matang.
“Keputusan Anda ambil berdasarkan apa yang terbaik untuk tim dan pemain. Dia masih merasa tidak nyaman, tapi kondisinya lebih baik hari ini. Jadi, kami pikir pilihan terbaik ialah memasukkan di babak kedua. Semoga dia benar-benar pulih di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Buang kesempatan emas
Di kubu Madrid, hasil imbang di Camp Nou bukanlah hasil yang buruk. Hasil itu merupakan modal positif menghadapi laga kedua di Santiago Bernabeu akhir bulan ini. Mereka hanya perlu memaksakan hasil minimal 0-0 atau meraih kemenangan dengan skor berapa pun untuk lolos ke partai final.
Akan tetapi, tak sedikit berpendapat bahwa Madrid membuang kesempatan emas. Skuat asuhan Santiago Solari dinilai seharunya bisa memanfaatkan ketimpangan Barcelona karena cedera yang dialami Messi.
Tanpa adanya Messi, Madrid mampu mendominasi permainan dan alur bola sepanjang pertandingan. Bahkan, Vazquez berpendapat hasil itu tak memuaskan.
“Kami pantas mendapatkan hasil lebih baik. Kami menciptakan lebih banyak peluang, kami juga lebih dominan. Hasil imbang bukanlah hasil yang pantas,” kata pemain 27 tahun ini.
Namun, Solari memberikan apresiasi atas penampilan anak asuhnya yang dinilai positif. Secara khusus, suksesor Julen Lopetegui itu pun memberikan pujian kepada pemain belia Vinicius Junior yang tampil atraktif di laga sarat gengsi seperti El Classico.
“Sungguh luar biasa melihat anak muda yang baru berusia 18 tahun terus berkembang. Apresiasi juga saya sampaikan kepada pemain lain yang membantu Junior,” ujarnya. (AFP/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved