Kontroversi Jelang Laga Pamungkas

(AFP/AFC/R-1)
01/2/2019 03:45
  Kontroversi Jelang Laga Pamungkas
()

JELANG final Piala Asia 2019 antara Jepang kontra Qatar, kontroversi merebak. Adalah keabsahan dua pemain Qatar yang dipersoalkan tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA).

Kemarin, Federasi Sepak Bola UEA secara resmi mengajukan proses kepada Federasi Sepak Bola Asia (AFC) tentang status dua punggawa Qatar, Almoez Ali dan Bassam Al Rawi. Almoez Ali, top scorer sementara dengan delapan gol merupakan striker berusia 22 tahun kelahiran Sudan, sedangkan Al Rawi, 21, lahir di Irak.

UEA, yang disingkirkan Qatar 4-0 di semifinal, menilai kedua pemain tersebut belum bisa dimainkan karena belum pernah tinggal sedikitnya lima tahun beruntun di Qatar. AFC sudah mengonfirmasi telah menerima protes UEA dan akan melakukan penyelidikan dengan mempertimbangkan regulasi dalam statuta AFC.

Qatar memang diperkuat banyak pemain naturalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa di antaranya berasal dari Mesir, Sudan, Yaman, Aljazair, hingga Portugal. Bila terbukti bersalah, Qatar berpeluang menghadapi sanksi khusus dan kemenangan mereka di semifinal bisa dibatalkan dan dilimpahkan ke UEA.

Namun, pelatih Qatar Felix Sanchez sama sekali tidak memikirkan protes UEA. Ia menegaskan, tim besutannya saat ini fokus memenangi laga final dan membuat sejarah merebut gelar Piala Asia yang pertama.

“Bukan hal mengejutkan kami bisa tampil di final. Saya percaya penuh dengan kemampuan pemain. Mereka sangat termotivasi untuk membuat sejarah,” tegasnya.

Selain Qatar, sejarah baru juga dibidik pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu. Jika membawa ‘Samurai Biru’, julukan timnas Jepang, juara, Moriyasu akan menjadi orang pertama yang mampu membawa negaranya menjadi juara Asia saat menjadi pemain dan pelatih. Moriyasu merupakan anggota skuat Jepang saat menjadi kampiun di Piala Asia 1992.

“Saya tidak memikirkan pencapaian pribadi. Besok (hari ini), kami akan mencoba untuk membawa pulang kembali trofi juara,” ujarnya.

Pada Piala Asia 2015, Jepang gagal mempertahankan gelar yang direbut pada 2011. Sepanjang sejarah Jepang telah empat kali menjadi juara Asia. (AFP/AFC/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya