Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKAD Manchester City untuk mempertahankan gelar Liga Primer Inggris mendapat pukulan telak di pekan ke-24. Tampil di St James Park, kemarin, City gagal mendulang poin setelah dibekap tuan rumah Newcastle dengan skor 1-2.
Kekalahan keempat di Liga Primer Inggris musim ini tersebut membuat kans City untuk bersaing dengan Liverpool yang berada posisi puncak makin menipis. Dengan 56 poin, City yang berada di posisi kedua klasemen terpaut empat poin dari Liverpool. Jarak kedua klub bisa makin melebar jika Liverpool mampu meraih poin penuh saat menjamu Leicester City dini hari tadi.
Walau dalam posisi sulit, pelatih Manchester City Pep Guardiola belum mau kehilangan asa. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai peluang tim besutannya masih terbuka lebar untuk bersaing dengan ‘si Merah’ hingga akhir musim.
Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut menolak untuk lempar handuk alias menyerah. Di sisa musim kompetisi yang masih tiga bulan, menurutnya, masih banyak yang bisa terjadi. Masih banyak ujian bagi Liverpool untuk mengakhiri penantian selama 29 tahun merebut trofi Liga Primer Inggris.
"Saat ini masih Januari dan masih banyak waktu tersisa. Saat membayangi pimpinan klasemen, Anda memang tidak ingin kehilangan poin. Namun, masih banyak pertandingan untuk dimainkan," jelas Guardiola.
"Tertinggal tujuh poin memang cukup banyak. Namun, saat ini bukan April atau Mei. Masih banyak laga tersisa dan apa pun bisa terjadi. Kami akan melakukan yang terbaik dan tidak akan menyerah," imbuhnya.
Saat menghadapi Newcastle, Guardiola sepertinya akan merayakan laga ke-100 di Liga Primer Inggris dengan kemenangan. Hanya butuh waktu 24 detik, City sudah mampu menjebol gawang Newcastle melalui Sergio Aguero. Gol Aguero tersebut menjadi gol tercepat di Liga Primer Inggris musim ini.
Unggul dalam waktu singat membuat kepercayaan diri para pemain City meningkat dan mampu mendominasi pertandingan. Namun, bukannya menambah gol, gawang City justru dua kali kebobolan melalui Salomon Rondon di menit ke-66 dan Matt Ritchie dari titik penalti di menit ke-80.
"Saya bukannya tidak menghormati Manchester City. Namun, memang senang rasanya bisa sedikit membantu Liverpool," ujar pelatih Newcastle, Rafael Benitez yang pernah menangani Liverpool.
Imbang perdana
Di laga lain, gol penalti Paul Pogba dan Victor Lindelof di saat akhir pertandingan menyelematkan Manchester United dari kekalahan saat menjamu Burnley di Old Trafford. Gol Pogba di menit ke-87 dan Lindelof (92’) membuat Burnley harus puas dengan hasil 2-2 setelah unggul lebih dulu melalui Ashley Barnes (51') dan Chris Wood (81').
Hasil tersebut mengakhiri catatan sempurna Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United. Dalam delapan laga terdahulu di semua kompetisi sejak didapuk menangani ‘Setan Merah’ menggantikan Jose Mourinho, Solskjaer sukses menyapu bersih kemenangan.
"Mampu mengejar ketinggalan merupakan sesuatu yang luar biasa. Para pemain telah memperlihatkan reaksi saat mereka tertinggal. Saya rasa, comeback kami dari ketertinggalan sangat luar biasa," ungkap Solskjaer.
"Kami memiliki banyak peluang, banyak menguasai bola. Kami memang tidak pantas kalah walau hasil ini sedikit mengecewakan," imbuhnya.
Hasil imbang membuat ‘Setan Merah’ gagal mempertahankan jarak dengan Chelsea dan Arsenal yang berada di posisi keempat dan kelima klasemen. Dengan poin 45, terpaut dua poin dari Chelsea dan Arsenal, Manchester United tetap berada di peringkat keenam. (AFP/BBC/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved