Krisis Teluk Bayangi Duel Antara Qatar vs UEA

(AFP/BBC/R-2)
29/1/2019 05:10
Krisis Teluk Bayangi Duel Antara Qatar vs UEA
(AFP)

DUEL panas dipastikan bakal tersaji dalam laga semifinal Piala Asia 2019 antara tuan rumah Uni Emirat Arab dan Qatar di Mohammed Bin Zayed Stadium, malam ini. Hal itu bukan saja karena kedua tim sama-sama berambisi untuk melaju ke final, melainkan tensi politik yang melatarbelakangi persaingan mereka.

Seperti dilaporkan Aljazeera, krisis Teluk telah membayangi laga babak empat besar itu karena adanya rumor blokade darat, laut, dan udara dari otoritas Uni Emirat Arab yang mencegah penggemar Qatar menghadiri pertandingan dan mendukung tim nasional. Alhasil para suporter Qatar dipaksa untuk menonton pertandingan di televisi.

Sementara itu, surat kabar Albawaba melaporkan bahwa seorang pangeran UEA telah membeli semua tiket untuk laga semifinal tersebut.  Langkah itu diduga merupakan sebuah langkah yang akan mencegah para penggemar the Maroon menghadiri pertandingan.

Situasi itu tentu disesali para punggawa Qatar. “Kami semua bangga bermain untuk Qatar. Kami sudah bermain bagus layaknya para singa. Saya pikir kami pantas menang dan maju ke semifinal. Apalagi ini semifinal pertama kami,” cetus bek Qatar, Bassam Al Rawi.

Hubungan Qatar dengan negara-negara Arab memang belum pulih. Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memutus semua hubung-an politik, diplomatik, dan ekonomi dengan Qatar pada Juni 2017. Mereka menuduh Doha mengupayakan hubungan yang lebih dekat dengan Iran dan mendukung terorisme.

Qatar dengan keras membantah tuduhan itu. Sang amir, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengaku siap  melakukan pembicaraan dengan para tetangganya.

Terlepas dari itu, UEA lebih diunggulkan dalam laga nanti. Sebabnya bukan karena mereka sebagai tuan rumah, melainkan dari head-to-head kedua tim, UEA masih unggul. Dari lima pertemuan terakhir, empat di antaranya dimenangi UEA dan sisanya imbang.

Sementara itu, Tiongkok masih mencari pelatih baru setelah Marcello Lippi hengkang menyusul kegagalan timnya di perempat final. Arsitek asal Italia itu hanya bisa mengantarkan Tiongkok menempati rangking 76 dunia, bersama dengan Belarus dan satu tingkat di bawah Uganda. (AFP/BBC/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya