Elegi Everton dan West Ham United

Achmad Maulana
28/1/2019 03:00
Elegi Everton dan West Ham United
( Ian KINGTON / AFP)

STIGMA Piala FA yang kerap menjadi kuburan bagi klub-klub elite Inggris kembali menunjukkan muaranya. Everton dan West Ham United-lah yang kali ini menjadi korbannya.

Kedua klub Liga Primer Inggris itu harus mengakhir­i kirpah mereka di ajang kompe­tisi tertua itu setelah dikalahkan lawan masing-masing di putaran keempat. Everton takluk 2-3 dari Millwall, sedangkan West Ham United tidak kuasa membendung AFC Wimbledon dan menye­rah 2-4.

Tidak berlebihan arsitek West Ham, Manuel Pellegrini, begitu kecewa. Ia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata.

“Saya malu dengan hasil itu. Dalam sepak bola, Anda memang bisa kalah dari tim mana pun, bahkan dari tim yang berada di dua divisi di bawah Anda. Namun, yang membuat saya kecewa ialah para pemain seperti tidak menunjukkan kualitas mereka,” cetus arsitek asal Cile itu.

Sebaliknya,  punggawa the Crazy Gang--julukan Wimbledon--begitu puas dengan kemenangan itu. Apalagi tim yang kini berada di dasar klasemen Liga One itu sempat memimpin 3-0 hingga awal babak kedua.

“Itu mungkin menjadi salah satu kemenangan yang hebat buat saya, apalagi bisa membobol gawang klub Liga Primer,” tegas pemain muda AFC Wimbledon Toby Sibbick yang menyumbang satu gol.

“Hasil laga itu memang sesuai dengan rencana, tapi bisa menang 4-2 itu luar biasa. Saya bilang kepada pemain untuk mengeluarkan segenap potensi mereka,” kata arsitek Wimbledon, Wally Downes.

Pada bagian lain, arsitek Everton Marco Silva menge­luhkan ketiadaan VAR di Piala FA. Alhasil meski sempa­t dua kali memimpin, the Toffees harus kalah akibat gol kontroversial Jake Cooper.

“Seandainya kompetisi menggunakan VAR, mungkin ceritanya akan berbeda. Gol (kedua) itu jelas handball. Namun, wasit tidak melihat itu dan tidak ada yang membantunya,” cetus Silva.

30 gol
Kontras dengan nasib West Ham dan Everton, Manchester City justru kembali pesta gol. Tidak tanggung-tanggung, the Citizen melumat Burnley 5-0 di Etihad Stadium.

Lima gol dice­tak masing-masing satu oleh Gabriel Jesus, Bernardo Silva, Kevin de Bruyne, Kevin Long, dan Sergio Aguero. Kemenangan itu menjadi yang ketujuh beruntun didapat City pada bulan ini, atau yang kedelapan sejak menelan kekalahan dari Leicester City pada akhir 2018 lalu.

Kemenangan atas Burnley tersebut juga menjadi kemenangan kedua terbesar City bulan ini setelah mereka melumat Burton Albion 9-0 pada laga pertama semifinal Piala Liga, Rabu (9/1). Jadi, secara total tim besutan Pep Guardiola itu telah mengoleksi 30 gol bulan ini.

“Sukses memenangi dela­pan pertandingan secara beruntun tentu sangat baik buat tim. Saya bisa bilang karena kami menghadapi tim dari liga yang lebih rendah, tapi itu yang memang harus kami lakukan. Selanjutnya ialah kami menyiapkan pertandingan lain,” cetus Guardiola.

“Tentu saja saya senang bisa mencetak gol untuk tim karena itu tugas saya sebagai striker. Namun, seperti kata pelatih, fokus kami ialah me­ngantarkan kemenangan buat tim di setiap pertandingan, bukan sekadar untuk kepuas­an pribadi,” timpal strike City,  Gabriel Jesus. (AFP/BBC/R-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya