Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALAU menjadi salah satu tim unggulan, Korea Selatan harus berjuang keras untuk bisa tampil di babak 16 besar Piala Asia 2019. Taeguk Warriors, julukan timnas Korsel, lolos setelah bermain hingga babak pertambahan waktu dari Bahrain dengan kemenangan 2-1.
Di babak perempat final, ujian dari Negeri Timur Tengah kembali harus dihadapi Korsel. Tim besutan Paulo Bento tersebut akan ditantang Qatar di Zayed Sport City Stadium, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, malam ini.
Qatar yang dibesut Felix Sanchez mencatat hasil sempurna dalam empat pertandingan dengan rekor tanpa kebobolan. Rasio produktivitasnya pun tinggi dengan mencetak 11 gol sejauh ini.
Pelatih Korea Selatan Paulo Bento tak menampik potensi Qatar bakal menyulitkan timnya. Pelatih asal Portugal ini pun menyebut permainan anak asuhnya harus berjalan sempurna jika ingin menyingkirkan Qatar.
"Ini menjadi pertandingan yang sulit. Yang perlu kita lakukan ialah bermain seperti seharusnya kami bermain. Kami harus mengontrol bola, mendominasi sisi serangan, dan bereaksi dengan baik ketika kehilangan bola," kata Bento.
Salah satu perhatian lain ialah belum moncernya bintang timnas Korea Selatan Son Heung-min. Sejak tiba pada pekan lalu, Heung-min belum mampu mencetak gol dalam dua laga yang telah dijalaninya. Namun, Bento mengaku tak begitu risau.
"Saya tak khawatir Son (Heung-min) belum mencetak gol. Ia tidak punya kewajiban untuk mencetak gol. Yang terpenting bagi kami ialah mampu menciptakan peluang dan mencetak angka oleh siapa pun pemainnya," imbuh Bento.
Di laga lain, tuan rumah Uni Emirat Arab akan menghadapi Australia di Al-Ain. Pelatih UEA Alberto Zaccheroni mengungkapkan pertandingan melawan Australia akan berjalan sangat sulit. Pasalnya, tipikal permainan Socceroos, julukan Australia, berbeda dengan lawan-lawan yang terdahulu.
"Yordania dan Uzbekistan bermain lebih konservatif dengan lebih banyak bertahan, tapi Australia berbeda. Mereka merupakan kandidat juara. Namun, kami punya gaya kami sendiri dan semoga dukungan suporter membantu kerja kami," kata pelatih Italia ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved