Ratu Tisha Sebut KLB PSSI Kesepakatan Bersama

Ferdian Ananda Majni
24/1/2019 17:17
Ratu Tisha Sebut KLB PSSI Kesepakatan Bersama
(. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pd.)

PASCA PSSI ditinggal mundur Ketum Edy Rahmayadi, adanya desakan Kongres Luar biasa (KLB) Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Ratu Tisha Destria, mengatakan, apabila memang ada keinginan KLB tentunya secara administrasi harus dilengkapi dan disepakati bersama.

"PSSI adalah terdiri dari anggotanya seluruh keinginan akan kita akomodir dengan lengkapi administrasi," kata Ratu Tisha, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/1).

Ratu Tisha menyebut, bahwa seluruh manajemen klub telah sepakat mengikuti semua rangakaian sehingga adanya komitmen bersama untuk mengaungkan cita-cita persepakbolaan nasional bisa lolos ke Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2034.

"Perlu dicatat kongres kemarin klub-klub sepakat bahwa program kita sangat banyak menuju 2020 karena ini fondasi fase development terakhir sebelum goal pssi 2024 untuk olimpiade," sebutnya.

Oleh karena itu, semua pihak yang berpartisipasi dalam pertemuan itu akan fokus menjalankan program kerja hingga kongres berikutnya.

Ia mengatakan, kehadirannya guna memberikan dukungan dalam pemeriksaan Plt Ketum PSSS Joko Driyono menjadi bagian solid dan komitmen PSSI memberantas mafia sepakbola di tanah air.

"PSSI pada prinsipnya solid satu kesatuan bahwa setelah kongres harus lakukan banyak perbaikan termasuk rencana MoU dengan kepolisian mengenai elemen pidana match fixing juga elemen keamanan sepakbola area pembinaan fans dan lainnya," kata Ratu Tisha, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/1).

Dia menjelaskan pembentukan Komite Ad Hoc PSSI bersama Komisi Disiplin PSSI tengah melakukan proses semua laporan dan bukti yang ada guna menelusuri elemen hukum keolahragaan dalam kasus dugaan pengaturan skor tersebut.

"Kami hormati proses hukum, kami siap bantu hal-hal yang dapat meringankan tugas kepolisian untuk menangani elemen-elemen pidana yang ditemukan atas dugaan match fixing dan di lain," jelasnya.

Ratu Tisha menambahkan, perlu dibedakan ada dua sisi yang berjalan, dimana sisi kanan adalah elemen pidana match fixing yang dilakukan kepolisian dan pssi tak bisa jangkau itu, kemudian sisi lainnya adalah elemen hukum keolahragaan yaitu identifikasi match fixing yang dimotori ad hoc integrity.

"Kami senang akan hal ini dan seluruh hasil investigasi akan diberikan ke komisi disiplin untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.

Joko Driyono sendiri masih menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.00 WIB. Sedangkan Ratu Tisha meninggalkan Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 13.48 WIB. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya