Komdis PSSI Bakal Hilangkan Sanksi para Whistle Blower

Satria Sakti Utama
08/1/2019 20:52
Komdis PSSI Bakal Hilangkan Sanksi para Whistle Blower
(Antara)

KOMISI Disiplin (Komdis) PSSI bakal melepaskan sanksi kepada pihak-pihak yang ingin menjadi Whistle Blower untuk kasus-kasus pelanggaran di ranah sepak bola. Hal ini membuat Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani dan timnya berpeluang lepas dari sanksi dari sanksi Komdis PSSI.

"Apakah Persibara sama seperti PSMP? Kita belum memutuskan itu. Tapi yang perlu dimengerti bahwa FIFA telah meluncurkan program perlindungan kepada Whistle Blower jadi tidak ada hukuman balasan bagi pengungkap kebenaran," kata Asep di Jakarta, Selasa (8/1).

Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani telah menjalani pemeriksaan kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di Jakarta, Selasa (8/1). Pemeriksaan tersebut dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berlangsung selama tiga jam kemudian.

Pemeriksaan Lasmi oleh Komdis PSSI berkaitan dengan kasus pengaturan skor dan suap yang telah ramai menjadi perbincangan publik belakangan ini. Pemeriksaan ini diperlukan Komdis PSSI untuk menjatuhkan sanksi bagi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng dan anggota Komdis PSSI Dwi Irianto.

Selain pemeriksaan kepada Lasmi, Komdis PSSI juga telah memutuskan sanksi kepada pelaku-pelaku pengaturan skor yang saat ini. Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari dijatuhi hukuman seumur hidup dilarang beraktifitas di dunia sepak bola.

Sanksi yang sama juga diperuntukkan bagi Vigit Waluyo. Meski secara konstitusional Vigit saat ini tidak aktif dalam dunia sepak bola, tapi ia terbukti sering kali masuk di lingkungan pertandingan dan melakukan pengaturan skor.

"Vigit juga kita ban seumur hidup, kita putuskan itu karena bukti cukup. Walaupun secara formal yang bersangkutan tidak menjadi pengurus, tapi secara fisik dia selalu hadir dipertandingan hingga lorong pemain, datang di area-area yang dilarang dimasuki orang tak berkepentingan. Ada dua atau tiga orang yang melihatnya dan yang bersangkutan berperan di match fixing jadi kita hukum seumur hidup," imbuhnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya