BOPI Coret Arema dan Persebaya

Satria Sakti Utama
02/4/2015 00:00
BOPI Coret Arema dan Persebaya
(ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
BADAN Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menetapkan hanya 16 dari 18 klub yang diverifikasi untuk direkomendasikan mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015-2016 yang akan dimulai 4 April 2015.

"Setelah melakukan verifikasi secara seksama dan objektif serta dilihat dari temuan yang ada di lapangan, hanya ada 16 klub yang lolos," kata Ketua BOPI Noor Aman.

Delapan belas klub yang telah diverifikasi BOPI dibagi ke dalam tiga kategori.

Pembagiannya direkomendasi karena memenuhi persyaratan penuh (kategori A), direkomendasi dengan catatan ringan (kategori B), dan belum direkomendasi (kategori C).

Klub-klub dalam kategori A ialah Semen Padang FC, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persipura Jayapura.

Kategori B diisi Bali United, Barito Putera, Persiram Raja Ampat, Pusamania Borneo FC, PSM Makassar, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Perseru Serui, Pelita Bandung Raya, dan Gresik United.

Dua klub dalam kategori C yang belum mendapat rekomendasi BOPI ialah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

Noor Aman mengatakan verifikasi BOPI melihat dari lima aspek.

"Penilaian yang dilakukan sejak 5 Februari 2015 sampai 31 Maret 2015 itu melihat dari lima aspek, yaitu dari aspek legalitas, aspek keuangan, aspek pelaku olahraga profesional, aspek pembinaan usia muda, dan aspek kegiatan sosial."

Dari 16 klub yang direkomendasikan tersebut, terdapat lima klub yang sebelumnya masih memiliki catatan karena belum memenuhi persyaratan, yakni Mitra Kukar, Persela Lamongan, Gresik United, Perseru Serui, dan Pelita Bandung Raya.

"Tambahannya itu bukan berarti kami kompromi, melainkan persyaratannya sudah terpenuhi," imbuh Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot Dewa Broto.

Dua klub tidak direkomendasikan, yaitu Persebaya Surabaya dan Arema Cronus, karena tidak memenuhi persyaratan legalitas klub lantaran kepemilikan ganda.

BOPI juga menetapkan jadwal kick-off pada 4 April.

Soal keputusan BOPI itu, PT Liga Indonesia sebagai operator ISL berkukuh ingin memutar kompetisi dengan 18 klub dengan mengikutsertakan Arema dan Persebaya.

CEO of PT Liga Indonesia Joko Driyono Liga tetap go on untuk persiapan kick-off kompetisi ISL 2015 yang berlangsung 4 April mendatang.

Joko dalam situs resmi PSSI pun mengatakan, "Kita juga menunggu izin dari kepolisian. Jika izin tidak kami dapatkan karena kepolisian harus mendapat rekomendasi dari BOPI atau pemerintah, kita akan menyerahkan ini ke PSSI. Tidak mungkin ISL berjalan dengan peserta kurang dari 18 klub. Kita juga tidak bisa melakukan penjadwalan ulang."

Sowan ke Wapres
Komite Ad Hoc PSSI mendatangi Istana Wakil Presiden untuk bertemu Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, kemarin.

"Kami bertemu Wapres untuk menyampaikan beberapa hal yang sudah dilakukan tim sinergi yang dibentuk untuk memberikan masukan tentang bagaimana kebijakan strategis yang perlu dilakukan PSSI ke depannya," kata Ketua Komite Ad Hoc PSSI Suryopratomo.

Kalla pun meminta Menpora tidak lagi menunda-nunda kick-off ISL karena itu bukanlah tugas Menpora Imam Nahrawi selaku kepanjangan tangan dari pemerintah di bidang olahraga.

"Saya sudah bicara dengan Menpora agar jangan ditunda-tunda, (ISL) harus jalan. Pemerintah tugasnya mendukung, memberi dukungan, tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan internal liga dan macam-macam. Tugas pemerintah itu mengayomi, melindungi, bukan mengatur-atur segala," ujar JK. (Ant/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya